Arkatama

Project Management Feature dengan Implementasi Metode Scrum untuk Bisnis

Project Management Feature dengan Implementasi Metode Scrum untuk Bisnis

Project Management Feature dengan Implementasi Metode Scrum untuk Bisnis

Salah satu faktor kesuksesan sebuah tim dalam mengembangkan sebuah produk digital dapat ditentukan oleh framework SDLC atau kerangka kerja siklus hidup pengembangan sistem yang digunakan oleh tim tersebut. Terdapat banyak framework SDLC yang tersedia, tentunya kita dapat memilih salah satu framework yang tepat untuk diterapkan di dalam tim. Salah satu framework yang dapat kita pilih yaitu framework SDLC Agile dengan Metode Scrum. Scrum membagi bakclogs produk dalam beberapa capaian yang pendek (Norman Sasono, 2015). Oleh karena itu, kita dapat menangani sebuah perubahan dengan cepat serta waktu yang dibutuhkan untuk pengembangan produk digital relatif lebih cepat dan efisien.

Baca juga: Arkatama Kembangkan Aplikasi untuk Mendukung Penyedia Layanan Internet

SDLC Scrum adalah salah satu metode pengembangan perangkat lunak yang didasarkan pada pendekatan iteratif dan inkremental. Ini berarti bahwa proyek perangkat lunak dikembangkan melalui serangkaian tahap yang terus-menerus dan saling terkait, dimana setiap tahap menghasilkan versi baru dari perangkat lunak yang dapat digunakan. Project Management adalah fitur manajemen proyek (berbasis web) untuk mempermudah tim dalam mengelola kebutuhan tim dan mengelola manajemen proyek pengembangan sebuah produk digital dengan penerapan SDLC Scrum.

Berdasarkan hasil interview Arkatama dengan beberapa user, dominan user yang diinterview menyatakan bahwa alur kerja yang diterapkan dalam tim mereka masih terbilang kuno dan kurang efektif, karena ketika mengerjakan sebuah task dari proyek tersebut masih menunggu rekan satu timnya harus selesai terlebih dahulu, baru mereka dapat mengerjakan tasknya. Hal tersebut mengurangi nilai efektivitas mereka dalam bekerja karena terdapat waktu yang terbuang. User cenderung lebih suka menggunakan alur kerja yang memungkinkan seluruh anggota tim melakukan tasknya dengan terstruktur di waktu yang bersamaan dan dapat menggunakan waktu jauh lebih efektif. Berdasarkan hasil empathize, user ingin mampu mengerjakan task dalam sebuah proyek dengan memaksimalkan waktu yang mereka miliki, untuk mencapai target tanpa perlu saling tunggu dengan rekan timnya (menghindari banyak waktu yang terbuang karena task bersifat estafet). 

Baca juga: Aplikasi Tracer Study: Tingkatkan Mutu Lulusan Berstandar Dikti

Dalam mengatasi masalah tersebut, alur kerangka kerja atau framework yang tepat untuk digunakan yaitu menggunakan SDLC Scrum. Metode ini menekankan pada pengembangan perangkat lunak secara bertahap, sehingga tim pengembang dapat secara terus-menerus mengadaptasi dan mengubah rencana mereka sesuai dengan kebutuhan yang muncul selama proses pengembangan.

Dalam SDLC Scrum, proyek perangkat lunak dikelompokkan menjadi serangkaian “sprint“, yang masing-masing merupakan periode waktu yang singkat (biasanya sekitar dua minggu) dimana tim pengembang bekerja untuk menyelesaikan sejumlah tugas yang telah ditetapkan. Sehingga hal tersebut dapat menjawab dan menjadi solusi dari masalah yang dihadapi oleh user. Sehingga solusi yang paling tepat ketika Anda menghadapi masalah serupa yakni dengan penggunaan fitur Project Management dengan implementasi SDLC Scrum, agar lebih mudah dalam pengelolaan tim hingga meningkatkan efektivitas dalam mengelola proyek pengembangan produk digital. Arkatama selaku Jasa Konsultan IT, Software House, dan IT Training Center menyediakan fitur untuk kebutuhan Anda dan bisnis yang membutuhkan Aplikasi Project Management.

Priority Solutions

Fitur ini memiliki fitur utama yaitu CRUD data proyek bagi role admin/Scrum Master untuk memilih anggota tim yang akan ditugaskan, product goal dari proyek, backlog task yang akan dikerjakan, serta data – data artefak Scrum lainya. Selain itu role ini juga dapat memantau progres pengerjaan backlog atau task yang ditugaskan guna menyelesaikan suatu proyek.

Sedangkan bagi role member/Tim Development dapat mengakses informasi seputar proyek yang ditugaskan kepada mereka serta dapat menambahkan backlog atau task yang perlu mereka kerjakan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Selain itu user dengan role ini dapat melaporkan progres serta dokumentasi hasil pekerjaan mereka agar dapat dimonitoring oleh Scrum Master.

User Flow

User Flow atau Alur Pengguna bertujuan untuk memvisualisasikan alur bagaimana pengguna dapat berinteraksi dengan produk digital. Dalam proyek ini terdapat 2 user flow yang dibedakan berdasarkan role penggunanya yaitu role admin/Scrum Master dan role member/Tim Developer. Hal tersebut diambil berdasarkan role yang ada pada SDLC Scrum.

Dalam flow di atas, admin atau Scrum Master memiliki akses untuk menambahkan project, data terkait project, member tim yang ditugaskan, serta mengisi seluruh kebutuhan detail dari project berdasarkan artefak dan event yang ada di SDLC Scrum.

Sedangkan untuk flow member/Tim Development dapat mengakses project yang di assign ke member dalam sebuah tim. Akses tersebut yaitu untuk melihat detail project sebagai pegangan dalam mengerjakan project tersebut. Selain itu member dapat menambah backlog dan meng-update progress di setiap backlog guna update dan monitoring dari Scrum Master terkait progress dari pengerjaan project tersebut.

Selain itu, fitur ini juga ber-relasi dengan fitur backlog pada side bar di dashboard yang berisi keseluruhan backlog dari setiap project yang berjalan di perusahaan Anda. Tujuan dari fitur tersebut yaitu agar user dapat mengakses backlog tanpa perlu mengakses detail project.

Pada flow di atas user dengan role Admin/Scrum Master dapat melihat dan mengakses seluruh backlog dari setiap project yang berjalan secara general. User dengan role Admin/Scrum Master juga dapat mengakses detail progress dari setiap backlog.

Sedangkan untuk flow backlog bagi user dengan role Member/Team Development akses fitur backlognya hanya sebatas backlog dari project yang di assign ke member tersebut.

Fitur diatas jika diimplementasikan dalam bisnis, akan semakin memudahkan tim development melaksanakan penugasan. Rute penugasan akan tertata dengan rapi. Anda dan bisnis akan semakin mudah dalam melakukan manajerial timeline hinga mempresentasikan hasil kerja tim. Koordinasi merupakan hal paling penting dalam project manajement. Mari ajak tim Anda berkembang dengan Fitur Project Management Arkatama. Simak informasi selengkapnya melalui Instagram resmi kami @arkatamamulti.

Content Writer: Divisi Marketing & Business Development

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *