Arkatama

Website Tidak Responsif, Ini Alasannya!

Website Tidak Responsif, Ini Alasannya!

Website Tidak Responsif – IPTEK telah mengalami perubahan yang sangat masif, website yang responsif dan adaptif terhadap perubahan ukuran perangkat pengguna merupakan suatu keharusan yang dapat menciptakan pengalaman menyenangkan bagi pengguna. Bukanlah hal yang cukup bagi sebuah bisnis ataupun usaha memiliki suatu website, tetapi juga dengan konsisten mampu menciptakan pengalaman positif bagi pengguna dalam mengakses website merupakan suatu keharusan. Tidak hanya sebagai media informasi dan profesionalisme bagi suatu usaha, website juga berfungsi sebagai media pemasaran bagi pemiliknya. Namun, hal ini masih belum cukup apabila website yang disediakan tidak responsif dan pengalaman baik bagi pengguna. 

 Pada era transformasi digital ini, kebutuhan orang akan teknologi semakin berkembang. Masyarakat mulai menggunakan perangkat digital yang lebih praktis daripada PC untuk menunjang pekerjaan dan life style mereka, seperti laptop, smartphone, dan tablet. Berdasarkan data Statista quartal keempat tahun 2022 menampilkan sebesar 59.16% pengguna perangkat digital mengendalikan keseluruhan traffic website di seluruh dunia. 

Suatu penelitian juga menyimpulkan jika rata-rata pengguna berkenan menunggu selama 3 detik guna memperhatikan halaman website seutuhnya, apabila lebih dari 3 detik maka 57% dari pengguna akan meninggalkan situs web tersebut apabila tidak berjalan dengan baik di perangkat mobile. Apabila mengamati karakteristik rata-rata pengunjung website, maka bisa ditarik kesimpulan jika traffic berpengaruh terhadap respon website.

Oleh karenanya, Responsive Web Design (RWD) merupakan aspek terpenting bagi developer dalam membuat suatu website yang responsif terhadap ukuran maupun spek suatu perangkat digital. Responsive Web Design (RWD) merupakan suatu format tampilan yang dapat merespon kebutuhan pengguna melalui perubahan layout berdasarkan ukuran dan kapabilitas suatu perangkat digital. Menurut Nielsen Norman Group, setiap aspek halaman pada website yang responsif dapat berubah saat viewport membesar ataupun mengecil.  Responsive Web Design merupakan salah satu aspek penting dalam mengembangkan user experience. Apabila suatu website tidak ditunjang oleh desain yang responsif, maka kemungkinan layout dari website tersebut akan berantakan, bertumpuk, dan susah diaplikasikan ke semua jenis perangkat elektronik. 

pengaplikasian Konsep desain website responsif bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna dengan pengoptimalan website melalui penyesuaian tampilan situs web di perangkat pengguna. Faktanya, 48% pengguna mengeluhkan mengenai website yang tidak dapat bekerja dengan baik di perangkat mereka dan sering kali ditemukan situs web yang beredar belum mengaplikasikan Konsep Responsive Web Design (RWD). hal ini juga berdampak pada search rangking yang menurun di search engine karena search engine memprioritaskan website yang responsif. Adapun tanda-tanda kegagalan respon pada website yang perlu diperhatikan dalam pengoptimalan website melalui Responsive Web Design (RWD) yang akan dibahas di artikel ini. 

  1. Perangkat Lunak yang diblokir

Perangkat lunak seperti JavaScript, CSS, dan Image Files merupakan aspek terpenting dalam menunjang performa website. Apabila ketiga dari aspek yang berada didalam website tersebut tidak dapat diakses oleh Googlebots maka pemberian indeks juga akan sulit dilakukan karena Googlebot tidak dapat membaca situs web seperti pengguna pada umumnya. Hal tersebut dapat berpengaruh bagi indeks suatu website dan merugikan website dari segi peringkat di halaman search engine.

Guna meminimalisir file yang terblokir, penggunaan alat digital penunjang seperti fitur Fecth as Google yang berada di dalam Google Webmaster Tools dapat meningkatkan potensi Googlebot dalam membaca situs web. Penggunaan webmaster sebagai media analisis robot.txt juga berguna untuk melakukan pengujian terhadap halaman website yang sudah dilakukan mobile-friendly test. 

Bagaimana Bisa Website Tidak Responsif
  1. Ukuran browser yang tidak berubah

Dalam menguji responsitivitas website pada perangkat mobile. Developer perlu mengetes website dengan menarik situs web ke atas lalu ambil sisi kanan jendela dengan mouse untuk mengubah ukurannya di browser. Apabila elemen yang berada di dalam website seperti gambar, teks, dan elemen lain berubah sesuai dengan ukuran perangkat, maka website tersebut dapat dikatakan sebagai website yang responsif. Sebaliknya, jika website tersebut terpotong dan menumpuk menunjukan bahwa website tersebut tidak responsif dan belum mobile-friendly. 

Website Tidak Responsif, Ini Alasannya!
  1. Meningkatnya bounce rate dan kecepatan situs yang lambat

Website yang tidak responsif biasanya menyulitkan pengunjung perangkan mobile yang menyebabkan respon tidak baik dari pengunjung dengan memutuskan keluar dari website dan beralih ke situs kompetitor yang dapat memenuhi kebutuhan pengunjung. hal tersebut tentunya dapat berpengaruh terhadap bounce rate website yang mengakibatkan Google menilai bahwa website tersebut tidak bernilai. Desain Situs web yang tidak responsif  juga menyebabkan load page melambat. Website yang responsif lebih mudah dan cepat dalam mengirimkan konten ke pengguna. Sebaliknya, website yang tidak responsif membutuhkan waktu yang lebih banyak dalam mengirimkan konten ke pengguna. 

Website Tidak Responsif, Ini Alasannya!
  1. Munculnya Bad Request 404

Salah satu tanda dari buruknya respon desain website adalah kegagalan dalam memuat file sehingga muncul eror 404 yang sering terjadi di perangkat digital. Kesalahan 404 ini biasanya terjadi karena kegagalan memuat request yang mengakibatkan kerugian pada resource yang berakhir sia-sia karena adanya pengaruh request pada browser.  Pengembang website harus memastikan jika mempunyai page yang serupa agar dapat diakses oleh perangkat digital dan mendorong pengguna ke link yang ada guna menghindari kesalahan 404.

  1. Load speed lambat

Mobile page yang terlalu lama memuat isi website saat melakukan pencarian sehingga menurunkan kepuasan pengguna saat memasuki mobile page, situasi seperti ini akan berdampak pada bounce rate dan peringkat website di halaman pencarian. Namun, hal tersebut dapat diminimalisir dengan melakukan analisis melalui alat Google PageSpeed Insight guna meningkatkan performa website yang berjalan lama serta solusi yang dapat diambil saat adanya pengecekan.

Hal terpenting untuk diingat adalah bahwa desain responsif harus meningkatkan pengalaman, bukan mengurangi peluang bagi pengguna, dan semua upaya desainer dan pengembang harus ditujukan untuk mewujudkan tujuan tersebut. Buat Website mobile firiendly impian yang berbasis Responsive Web Design (RWD) sekarang juga di Arkatama sebagai mitra yang menyediakan jasa konsultan it dan software house. ciptakan pengalaman website terbaik versi anda melalui link berikut https://s.id/AdminWeb atau kunjungi Instagram resmi kami pada @arkatamamulti. Konsultasikan permasalahan IT Anda pada ahlinya sekarang! 

Content Writer: Maharani Huzaema (DTS Batch 3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *