Marketing Research: 7+ Cara Lejitkan Market Share

Marketing research – Persaingan dalam dunia bisnis semakin masif terjadi. Timbulnya berbagai macam alternatif produk dan layanan semakin memperlambat proses decision making konsumen. Jika dianalogikan, konsumen telah berada pada fase dimana list daftar belanja mereka bisa jadi tidak 100% terlaksana. Pasalnya, paparan diskon dan promo yang tergantung pada rak toko, mampu menggoyahkan loyalitas pelanggan terhadap suatu produk (jika konsumen bermotif pembelian berdasarkan harga). Pada kasus window shopping juga sering terjadi, orang-orang yang tadinya ingin menghilangkan stress dengan jalan-jalan melihat demo produk, tiba-tiba terbelokkan untuk membeli karena pengaruh micro influencer idaman mereka. Terdapat perbedaan faktor-faktor yang mempengaruhi pelanggan potensial untuk melakukan konversi. Sebagai seorang pemilik bisnis, kita perlu memahami dengan jeli siapa target pasar sesungguhnya, apakah produk yang dibuat dapat menjawab permasalahan mereka, dan faktor-faktor apa yang dapat membujuk mereka untuk membeli.
Agar dapat mengetahui secara detail perilaku konsumen saat ini, pebisnis memerlukan bantuan dari marketing plan. Pembuatan dokumen perencanaan pemasaran dapat berisi strategi yang akan digunakan marketer, berdasarkan proses identifikasi dan forecasting. Aktivitas-aktivitas menelaah dan mencari tahu isi pasar tersebut tergolong dalam marketing research. Marketing research akan membuka jendela bisnis untuk melihat lingkungan internal dan eksternal, kemudian menganalisa ancaman dan peluang yang dapat berlangsung dimasa depan. Hal ini penting dilakukan mengingat menaklukan bisnis sama dengan memenangkan market share. Berikut merupakan 6+ cara strategi market research, yang dapat Anda gunakan untuk bisnis yang berjalan di masa kini.
- Interview
Market research menggunakan intreview berguna untuk menemukan informasi secara detail. Interview atau penggunaan wawancara ini dapat dijadikan bahan analisa, dengan bantuan beberapa narasumber yang relevan dengan masalah aktual pasar. Pemasar dapat menyusun list pertanyaan terlebih dahulu sebelum interview dimulai. Pertanyaan dapat diurutkan dari pertanyaan general ke spesifik. Contoh pertanyaan interview yang dapat digunakan dalam riset pasar seperti:
-Bagaimana situasi channel distribusi perusahaan?
-Bagaimana cara perusahaan menghadapi minat konsumen yang cepat berubah?
-Apakah penggunaan iklan berbayar mampu meningkatkan volume penjualan produk x?
- FGD (Focus Group Disscussion)
Riset menggunakan Focus Group Disscussion dapat dilakukan dengan mengumpulkan beberapa periset dalam satu ruangan. Kemudian memberikan mereka sebuah case atau isu yang dapat didiskusikan bersama. Pendapat-pendapat yang ada dalam fokus group membuat timbulnya argumen-argumen baru dan segar, yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan riset pasar. Langkah ini mengadopsi strategi brainstorming, yang biasa digunakan para top manajer untuk melakukan decision making. Contoh case yang dapat digunakan untuk FDG seperti:
Market share PT. x jika ditaksir tahun lalu telah mencapai target tahunan annual report. Hal ini disiasati oleh kerasnya usaha divisi marketing dan divisi technical untuk menghadirkan produk yang menjawab demand pelanggan. Namun, tahun ini menjadi challenge paling memukul pemilik bisnis di seluruh dunia. Tantangan pandemi yang membuat goyah seluruh pebisnis tersebut, dihadapi dengan keyakinan tinggi oleh PT. x. Berbeda dengan bisnis lain yang melakukan pengurangan produksi, PT. x justru malah menambah pembuatan produk dan layanan mereka, serta berusaha mempertahankan karyawan (meminimalisir PHK). Jika produk a (dengan kualitas premium) sebelumnya telah diproduksi sebanyak 23 ribu dengan harga Rp. 50.000/ produk. Kemudian produk b (kualitas biasa) diproduksi sebanyak 17 ribu dengan harga Rp. 35.000/ produk. Kemudian perusahaan menginginkan peningkatan market share sebanyak 45% dari tahun sebelumnya. Strategi marketing mix seperti apa yang cocok digunakan marketer perusahaan tersebut (dengan catatan perusahaan berjenis FMCG di daerah bersalju)? Uraikan jawabanmu dengan tidak menyela rekan lainnya!
- Product/Service
Riset menggunakan produk dan layanan secara langsung, dapat dilakukan dengan jalan menyodorkan layanan atau produk secara langsung kepada pelanggan potensial. Langkah ini berguna untuk mendapatkan respon secara cepat dan langsung, serta cocok dilaksanakan dalam waktu dengan periode pendek. Selain itu, riset ini juga mendukung pengenalan produk melalui direct selling atau penawaran langsung. Jika langkah yang dilakukan marketer telah sesuai, bahkan marketer bisa jadi akan mendapatkan bonus konversi. Riset menggunakan product/service ini dapat berupa demo aplikasi, bazzar, hingga penempatan rak tester dalam toko.

- Observasi
Riset menggunakan observasi dilakukan dengan mendatangi pasar secara langsung. Pemasar dapat menilai kondisi dan keadaan di lapangan, kemudian menuangkannya ke dalam hasil riset. Selain itu, metoda riset jenis observasi juga mendukung adanya metode riset servqual, yang memungkinkan para pemasar untuk menemukan gap atau kesenjangan antara layanan dan keinginan pasar. Berikut merupakan contoh penerapan dalam metode ini:

- Buyer persona riset
Melakukan riset dengan buyer persona dapat membantu bisnis memiliki gambaran target pasar mereka secara fiktif. Dimana riset ini berisi penulisan list beberapa kalangan yang kemungkinan besar dapat menjadi target pasar dari bisnis. Buyer persona membuat pebisnis memahami seperti apa pasar mereka, minat yang digandrungi, serta seberapa banyak jumlahnya di suatu wilayah. Dalam menentukan buyer persona, periset perlu memahami customer behavior calon pelanggan dengan baik. Contoh riset persona buyer yang dapat Anda dan bisnis gunakan sebagai berikut.
Nama service: Pelatihan Digital Marketing
Riset Persona Buyer: Terdapat 2 mahasiswa Malang Raya bernama Enty dan Aini, dikarenakan sambil berbisnis penghasilan mereka perbulan yakni Rp. 2.500.000. Mereka berasal dari jurusan sastra inggris dan PGSD, yang mana mereka belum memiliki ilmu yang mumpuni di bidang digital marketing. Namun, ingin mengikuti pelatihan digital marketing untuk mendukung bisnis mereka.
- Market segmentation research
Riset menggunakan segmentasi pasar dapat digolongkan kedalam empat jenis. Jenis-jenis yang sering digunakan untuk melakukan riset antara lain segmentasi geografis, segmentasi demografis, segmentasi behavior, hingga segmentasi psikografis. Riset menggunakan segmentasi geografis ini memungkinkan pemasar untuk mengidentifikasi pelanggan mereka berdasarkan persebaran wilayah. Kemudian untuk riset menggunakan segmentasi demografis memungkinkan pemasar mengetahui secara detail usia, pendidikan, status pernikahan, serta pekerjaan calon pelanggan. Berbeda halnya dengan riset menggunakan segmentasi behavior yang membuat pemasar memahami pelanggan mereka berdasarkan tingkah lakunya, serta reaksi yang didapat dari paparan suatu produk. Kemudian yang keempat, jika pemasar menggunakan riset segmentasi psikografis mereka akan mendapat gambaran mengenai hobi pelanggan, gaya hidup, dan semacamnya yang biasa dibantu dengan penggunaan kuesioner tersebar. Contoh dari adanya riset segmentasi ini sebagai berikut.
Nama Produk: Power Supply 768
Segmentasi Pasar:
-Geografi: Wilayah Malang Raya
-Demografis: Usia 25-65+, bekerja sebagai teknisi komputer
-Behavior: Pelanggan biasa melakukan reparasi komputer
-Psikografis: Pelanggan yang menginginkan produk dengan high quality (mahal tidak masalah)
- Price research
Riset harga dapat dilakukan pemasar untuk mendukung keperluan market budgeting perusahaan. Riset harga ini mendorong perusahaan untuk mengetahui seberapa sesuainya dana yang dimiliki dengan kebutuhan strategi pemasaran. Riset dari sisi harga dapat dimulai dengan melakukan list jenis campaign serta harga yang beredar dipasaran. Agar Anda dan bisnis memiliki gambaran yang lebih jelas, berikut akan kami paparkan contoh riset harga.
Biaya kampanye: Rp. 400.000.000
Proyeksi CTA: Rp. Rp. 141.000 x 5%: Rp. 7.050
- Competitive research
Ketujuh cara riset pasar diatas merupakan riset yang dapat dilakukan dalam lingkup internal perusahaan. Namun, riset kali ini dilakukan dengan mempertimbangkan faktor dari luar perusahaan. Dimana pesaing dalam lingkungan bisnis sangat berandil besar pada kesuksesan penjualan. Secara tersirat pelanggan-pelanggan yang menjadi pangsa pasar suatu produk akan melakukan perbandingan antar produk sebelum membeli. Contoh dari riset pesaing ini dapat Anda dan bisnis lakukan seperti berikut ini.
-Monitor Dell E2016HV: Memiliki ukuran layar 19,5’’, resolusi tampilan 1600 x 900 pixels, tipe panel TN, serta harga banderol Rp. 3.000.000
-Monitor BenQ RL2455HM: Memiliki ukuran layar 24’’, resolusi tampilan 1920×1080 pixels, tipe panel TN, serta ditawarkan seharga Rp. 2.530.000
-Monitor Asus VS197DE: Memiliki ukuran 18,5’’, resolusi tampilan 1366×768 pixels, bentuk Straight, dengan harga Rp. 1.109.889
Penggunaan riset sangat penting dilakukan dalam usaha meningkatkan strategi pemasaran suatu usaha. Dengan riset, pemasar akan dapat mengetahui rute pasar dan arah yang jelas untuk strategi di masa mendatang. Riset pasar yang paling baik dilakukan secara mengerucut, dengan langkah memahami kondisi internal bisnis terlebih dahulu, untuk kemudian dilanjutkan ke riset lingkungan eksternal (kompetitor hingga macro environment). Selain cara riset diatas, sebagai bonus pemasar juga dapat menggunakan Analisa Porter’s 5 Forces untuk keperluan analisa lingkungan bisnis dilihat dari high and low keunggulan kompetitif yang dimiliki. Bagaimana? cara mana yang Anda pertimbangkan untuk penerapan riset kali ini?. Temukan cara riset dan kenali bisnis Anda melalui Pelatihan dan Sertifikasi Digital Marketing Arkatama yang akan diadakan pada bulan Juni mendatang!. Informasi lebih lengkap kunjungi Instagram @arkatamamulti.
Baca Juga: LinkedIn Ads Strategi Jitu B2B Marketing
Penulis: Miftakhul Mukarromatun Nisa’ (Content Writer Intern DTS Squad Batch 1)
Design: Vika Wahyuni Apriliyanti (Content Creator Intern DTS Squad Batch 1)
