
Long Distance Relationship Code atau yang biasa kita sebut dengan LDR merupakan hubungan antara dua orang yang berada di tempat yang berjauhan, baik itu dalam wilayah yang sama maupun antar negara. Dalam konteks pengembangan software, LDR merujuk pada situasi dimana tim pengembang tidak berada di lokasi yang sama, tetapi tersebar secara jarak jauh di berbagai wilayah atau bahkan negara yang berbeda. Hubungan ini bisa disebut juga dengan WFA (Work From Anywhere).
Kendala yang biasanya terjadi pada proses pengembangan software secara jarak jauh adalah terkait komunikasi antar tim baik dari project manager, developer, ataupun client. Meskipun begitu, hal tersebut tetap bisa dilakukan apabila setiap tim memiliki komitmen yang baik dengan memperhatikan berbagai hal penting. Untuk menangani kendala-kendala tersebut, LDR code dibutuhkan. Dalam artikel ini, kita akan membahas Long Distance Relationship Code dalam pengembangan software secara jelas.
Apa itu Long Distance Relation Code?
Long distance relationship code atau disingkat LDR code adalah serangkaian kode atau peraturan yang digunakan oleh orang yang memiliki hubungan LDR untuk membantu mereka menjaga komunikasi dan hubungan yang sehat. LDR code dapat terdiri dari aturan tentang cara berkomunikasi, waktu yang ditetapkan untuk berbicara atau bertemu, dan cara menangani konflik atau ketidaksepahaman dalam hubungan.
LDR code juga dapat mencakup cara untuk mengatasi perbedaan waktu yang signifikan antara orang yang berhubungan, seperti menyesuaikan jadwal untuk rapat, atau menetapkan waktu khusus untuk berkunjung dan bertemu secara langsung.
Penyebab dilakukannya Long Distance Relation Code
Ada beberapa faktor yang menyebabkan dilakukannya LDR dalam konteks pekerjaan. Diantaranya adalah karena pekerjaan memerlukan pekerjaan jarak jauh dan penempatan pekerjaan jangka panjang di lokasi yang berbeda. Selain itu meningkatnya teknologi seperti komunikasi online, kolaborasi jarak jauh, dan akses mudah ke informasi melalui internet, telah memungkinkan karyawan untuk bekerja dari mana saja dengan mengakses pekerjaan melalui laptop atau perangkat mobile.
Karena penerapan LDR ini membuat jarak antar anggota tim menjadi jauh, maka penting bagi perusahaan untuk menerapkan Long Distance Relation Code, terutama pada tim pengembangan software. Adapun beberapa penyebab dilakukannya LDR code untuk pengembangan software antara lain:
- Menjaga komunikasi yang teratur dan terbuka antara anggota tim yang tersebar di lokasi yang berbeda.
- Menetapkan waktu dan jadwal rapat atau pertemuan secara teratur, sehingga semua anggota tim dapat terlibat dalam pengembangan software.
- Membagi tugas dan tanggung jawab dengan jelas, sehingga semua anggota tim dapat bekerja secara efisien dan efektif.
- Memastikan bahwa semua anggota tim memiliki akses yang sama ke dokumen, file, dan informasi terkait proyek.
- Menentukan cara untuk mengatasi perbedaan waktu yang signifikan antara anggota tim, seperti menyesuaikan jadwal atau memilih waktu yang paling cocok bagi semua orang.
Apa saja kunci penting Pengembangan Software dalam Long Distance Relation Code?
Beberapa hal yang menjadi kunci dan harus diperhatikan agar kolaborasi jarak jauh pengembangan software tetap bisa berjalan secara optimal:
- Komunikasi. Komunikasi adalah kunci utama dalam bekerja dengan tim secara jarak jauh. Seluruh tim dituntut untuk melakukan komunikasi secara terbuka, transparan, dan jelas. Komunikasi ini bertujuan agar proses diskusi berjalan dengan baik. Platform seperti WhatsApp, Slack, atau Zoom dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu komunikasi yang baik.
- Software Requirement and Specification. Membuat requirement dan specification termasuk backlog, workflow, dan timeline adalah hal penting agar tim pengembang dapat memiliki gambaran pekerjaan yang jelas. Jika requirement dan specification tidak dibuat secara matang, hambatan akan sering terjadi dan menyebabkan tim pengembang sulit untuk mengambil keputusan.
- Task Assignment. Dengan matangnya pembuatan specification, requirement, dan timeline, setiap tim harus sadar akan tugas yang diberikan dengan “self organizing”. Kunci dari poin ini adalah keterbukaan terkait peran dan pelaporan progress. Beberapa tools yang dapat mendukung proses ini adalah Trello, Asana, dan Click Up.
- Version Control. Tanpa adanya version control, progress yang sudah berjalan akan sulit untuk dilacak karena tidak adanya kontrol terhadap perubahan. Hal ini akan menghambat proses pengembangan. Version control seperti Git penting untuk melacak progress secara real time.
- Trust Building. Kepercayaan akan kemampuan dan komitmen antara satu sama lain adalah suatu hal penting saat melakukan kolaborasi jarak jauh. Tidak adanya kepercayaan akan memicu konflik internal di sebuah tim sehingga kerjasama tim yang sebelumnya telah terbangun dapat rusak.
5 Tips Menerapkan Long Distance Relationship Code dalam Pengembangan Software
Bekerja dengan adanya jarak jauh tidak akan menjadi penghalang untuk tetap menyelesaikan pekerjaan. Dengan menerapkan 5 tips dibawah ini dalam Long Distance Relationship Code Pengembangan Software, segala pekerjaan akan terasa lebih ringan. Simak tips berikut!
- Menggunakan Shared Document untuk Mencatat.
Dahulu sesama anggota tim duduk di meja yang sama dan cukup menggunakan whiteboard atau kertas di ruangan untuk membuat atau menggambar ide. Berbeda dengan sekarang, dengan menggunakan Google Docs yang dapat diedit secara langsung dan real time, brainstorming dapat dilakukan secara bersamaan. Jika ingin menambahkan gambar, Google Slides dapat menjadi pilihan untuk melakukannya.
- Menggunakan Video Conferencing Software.
Dengan menggunakan tools video conferencing software seperti Zoom Meeting, Bluejeans, Skype, Teamviewer, Jabber, atau Hangouts. Semua tools ini dapat menampilkan video dan berbagi screen pada waktu yang sama di screen yang berbeda.
- Membagikan Terminal Window saat Berbagi Server.
Ketika melakukan pair programming, terdapat beberapa hal yang harus di-share, termasuk terminal window untuk mengakses server. Hal ini penting agar kedua pengembang software dapat memvalidasi dan menyelesaikan masalah di luar layar yang dibagikan. Terkadang, navigator perlu mencoba hal-hal tertentu di server sebagai pengguna yang berbeda, sehingga keduanya akan login ke server yang sama melalui ssh di terminal window masing-masing.
- Bergantian Menjadi Driver dan Navigator.
Ketika melakukan pair programming, bergantian menjadi driver dan navigator adalah teknik yang penting untuk dilakukan. Kadang-kadang, mungkin terjadi kelelahan dan harus bergantian. Sebagai navigator, sebaiknya bersabar dan tidak terlalu cepat menunjukkan kesalahan yang bisa diatasi oleh program. Hal ini akan membantu orang belajar lebih cepat. Namun, jika terdapat kesalahan yang jelas perlu diperbaiki, maka sebaiknya ditunjukkan.
- Jangan Lupa untuk Istirahat.
Istirahat secara teratur sangat diperlukan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan. Terlalu banyak waktu yang digunakan untuk pair programming juga bisa mengganggu pekerjaan lainnya. Oleh karena itu, ambil waktu istirahat seperlunya. Namun, tetaplah fokus saat melakukan pair programming paling tidak selama 2 jam.
Melakukan pengembangan software pada situasi jarak jauh memang memiliki tantangan yang tidak sedikit. Namun, dengan memperhatikan kunci penting dan beberapa tips di atas dapat membuat kolaborasi dan kerjasama menjadi lebih baik. Arkatama sebagai perusahaan Jasa Konsultan IT, Software House, dan IT Training Center telah menerapkan Long Distance Relationship Code dalam Pengembangan Software dengan sangat baik. Temukan informasi lainnya seputar dunia teknologi dengan mengunjungi website https://arkatama.id/ atau hubungi disini.
Content writer: Lily (DTS Batch 3)
Editor: Alip Subekhan (DTS Batch 4)
