Arkatama

Imposter Syndrom: Ketahui Cara Mengatasi Kecemasan yang Berlebih

Imposter Syndrom: Ketahui Cara Mengatasi Kecemasan yang Berlebih

Imposter Syndrom: Ketahui Cara Mengatasi Kecemasan yang Berlebih

Keberhasilan adalah sesuatu yang biasa diinginkan dari individu. Baik dari sisi finansial, profesi, akademisi, dan sosial. Namun, terkadang tidak semua memiliki kemampuan dalam mengelola cara mencapai keberhasilan. Sehingga terkadang standar-standar tertentu malah membentuk kecemasan. Namun, apabila kecemasan ini berlebihan akan membuat tekanan yang tinggi, maka nantinya berdampak pada kesehatan fisik dan mental sehingga hal ini berbahaya bagi kesehatan individu. Berdasarkan data WHO tercatat di tahun 2019 terdapat 970 juta orang di seluruh dunia dilaporkan hidup dengan gangguan mental. Paling umumnya karena gangguan kecemasan dan depresi. Karena data ini berdasarkan laporan, bisa jadi faktanya lebih dari data. Perhatian akan kesehatan mental perlu menjadi fokus utama kita.

Perusahaan juga bisa memiliki karyawan yang mengalami Imposter Syndrome. Perlu adanya dukungan dan sumber daya ahli yang kompeten di bidangnya. Hal ini sering terjadi pada programmer, data scientist, dan ahli profesional lainnya.

Untuk menghindari kecemasan dan kondisi ini, perlu ada lingkungan yang positif bagi para pekerja. Arkatama sebagai Jasa Konsultan IT dan Software House memberikan lingkungan kerja yang sehat dan positif bagi karyawan dan kolaborasi yang konstruktif. Sehingga bisa membentuk lingkungan kerja yang nyaman dan mengurangi kecemasan berlebihan. Untuk mengetahui tentang alasan mengapa Imposter Syndrome ini muncul dan diharapkan Anda dapat melakukan pencegahan dini. Simak penjelasan artikel dibawah ini!

Apa itu Imposter Syndrome?

Istilah ini merupakan kondisi psikologi, namun bukan termasuk dalam gangguan mental. Imposter syndrome mengacu pada perasaan tidak percaya diri dan merasa kurang. Individu dengan kondisi Imposter syndrome biasanya merasa bahwa keberhasilan berasal dari keberuntungan, bukan karena kemampuan mereka sendiri. Walaupun memiliki bukti jelas tentang kesuksesan mereka.

Istilah “Imposter Syndrome” pertama dikenalkan oleh dua psikolog, yakni Pauline Rose Clance dan Suzanne A. Imes, pada tahun 1978. Psikolog ini menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi pada individu yang berprestasi. Melalui penelitiannya, menjelaskan bahwa individu yang memiliki kondisi ini meragukan kompetensi dan prestasinya. Bahkan merasa seperti “penipu” karena merasa keberhasilan diperoleh dari luar, seperti dukungan orang lain atau keberuntungan. Perasaan tidak layak atau tidak sempurna. Hal ini bisa terjadi karena individu tersebut memiliki standar yang sangat tinggi. Ketika standar ini tidak tercapai, maka akan cenderung merasa gagal. Sehingga hal ini akan mengakibatkan perasaan stress dan tekanan yang tidak sehat.

Gejala Imposter Syndrome

Gejala Imposter Syndrome sendiri beragam, seperti:

1. Tidak Percaya Diri:

Karena individu memiliki rasa tidak pantas akan kemampuan diri. Maka, individu sulit meyakinkan diri atas kemampuan yang dimiliki.

2. Memiliki rasa takut gagal

Dengan merasa tidak kompeten, membuat individu takut jika gagal. Hal ini karena mereka cenderung menganggap tidak akan bisa menghadapi segala permasalahan.

3. Perasaan tidak layak

Perasaan ini timbul karena individu merasa keberhasilan bukan dari diri sendiri. Melainkan bantuan dari luar atau keberuntungan. Walaupun memiliki bukti nyata prestasi yang dimiliki.

4. Kecemasan berlebihan

Timbulnya perasaan tidak mampu membuat individu merasa tidak pantas atau tidak layak. Bila terlalu berlebihan bisa mengganggu kesehatan mental yang lebih jauh. 

5. Sulit menerima pujian atau penghargaan

Kecenderungan meremehkan kemampuan diri sendiri dan fokus pada kelemahan. Membuat individu merasa pujian itu tidak pantas diterima.

6. Terlalu Perfeksionis

Gejala dari Imposter Syndrome adalah karena memberi standar yang sangat tinggi. Bahkan, sampai tidak realistis. Hal ini membuat sulit dan ada resiko tidak tercapai. Sehingga apabila standar tidak diraih, berdampak rasa tidak puas. 

7. Takut Mendapatkan Tanggung Jawab

Ketakutan ini bisa membatasi potensi individu. Karena khawatir bila gagal dan takut akan dipermalukan. 

8. Perasaan cemas dan depresi yang lama

Imposter syndrome cenderung merasa cemas. Namun bila kecemasan ini berlangsung secara terus-menerus bisa berdampak pada tidak berdaya atau putus asa.

Baca Juga: Digitalisasi Pengelolaan SDM: Kunci Sukses Bisnis di Era Digital

Dampak Imposter Syndrome

Kondisi Imposter Syndrome memiliki pengaruh besar bagi kesejahteraan individu. Selain mental dan kesehatan individu, bisa mempengaruhi aktivitas. Apa saja dampak yang bisa terjadi pada individu yang dengan Imposter Syndrome? simak informasi dibawah ini:

  1. Karir yang Terhambat: Individu dengan imposter syndrome memiliki keraguan akan kompetensinya. Hal ini berdampak pada kemajuan karir yang terhambat. Dengan individu yang fokus pada kekurangan, tanpa melihat nilai kompetensi diri. Mereka cenderung tidak berani untuk mengambil risiko, sehingga bisa menghambat kemajuan karir.
  2. Bagi Profesi: Individu dengan Imposter Syndrome berdampak bagi kinerja tim profesional. Rasa khawatir pada diri dan rasa tidak kompeten berdampak pada individu dalam bekerja. Hal ini bisa menganggap orang lain lebih ahli dibanding individu itu sendiri. 
  3. Skill Terhambat: Perasaan tidak pantas yang berlebihan berdampak pada pengembangan skill individu. Kecenderungan perfeksionis dan takut gagal membuat individu sulit belajar. Sehingga, tidak bisa eksplorasi kemampuan diri. 
  4. Lingkungan: Individu dengan Imposter Syndrome bisa memiliki kecenderungan sensitif. Misalnya, anti kritik atau enggan menerima feedback negatif. Dengan pemikiran yang tidak percaya diri dan meragukan kemampuan diri. Berdampak pada anggapan bahwa individu memang tidak kompeten. Sehingga timbul penolakan pada kritik, walaupun bisa membangun untuk berkembang.

Tips dan Trik Terbebas dari Imposter Syndrome

Pernah gagal bukanlah masalah yang begitu besar. Selama terus mencoba untuk mengidentifikasi kesalahan melalui perbaikan. Bila rasa kekhawatiran begitu besar, maka kita perlu untuk memahami apa yang sebenarnya kita rasakan. Setiap orang memiliki ketakutannya masing-masing. Namun, tetap pada batas wajar. Bisa dilihat dari dampaknya, individu dengan Imposter Syndrome mengganggu aktivitas sehari-hari. Dengan begitu, maka individu perlu menerapkan tips dan trik berikut ini!

1. Kenali Pola Pikir Tidak Sehat

Yakinkan diri bahwa setiap orang memiliki kekurang masing-masing. Hal ini tidak perlu terlalu menjadi fokus utama. Fokuslah pada hal yang membangun, seperti terus evaluasi diri, menerima kritik, dan rasa ingin tahu tinggi.

2. Fokus pada Kemampuan Diri

Individu dengan Imposter Syndrome cenderung merasa perlu berhasil pada setiap tugas. Padahal, kenyataannya setiap individu mustahil sempurna. Terus eksplor diri, belajar hingga menemukan kemampuan diri. Di sisi lain, berikan ruang untuk menerima dan memberi target sederhana bagi diri sendiri. Apresiasi apapun pencapaian Anda, fokus pada proses bertahap.

3. Komunikasikan dengan Orang Lain

Bila Anda memiliki rasa khawatir atau rasa cemas yang berlebihan. Informasikan kepada orang terdekat atau orang terpecaya. Dengan komunikasi, individu bisa mendapatkan perspektif yang berbeda. Bisa saja kecemasan kita juga dirasakan orang lain, namun orang lain mungkin memiliki cara dalam menyelesaikan masalahnya. 

4. Komunikasikan dengan Profesional

Selain itu, jangan ragu untuk berkomunikasi dengan ahlinya seperti Psikolog atau Psikiater. Apabila dirasa sulit mengatakan kepada teman terdekat, solusinya bisa kepada ahlinya. Selain terpercaya, mereka memiliki cara dalam mengatasi kondisi mental dengan tepat.

5. Ciptakan Rutinitas

Dengan menciptakan kegiatan yang menyenangkan, bisa membantu mengurangi stres dan kecemasan. Contohnya, membuat rencana kegiatan harian. Sehingga membentuk individu yang produktif. Selain itu, membantu perasaan terkontrol dan menjadi individu yang teratur. Hal ini bisa membangkitkan kepercayaan diri dan mengurangi kecemasan.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Software Developer yang Wajib Dimiliki!

Memahami kesehatan mental dan kondisi Imposter Syndrome, membuat kita bisa menerapkan rutinitas dan pola pikir yang lebih sehat. Terutama bagi individu, sangat penting untuk memahami perasaannya. Selain itu, dukungan sekitar seperti lingkungan kerja membuat individu tidak merasa tertekan. 

Jangan biarkan Imposter Syndrome menghalangi potensi terbaik Anda. Dengan memahami gejala, dampak, dan cara mengatasinya. Anda dapat mengembangkan kepercayaan diri serta menjadi individu yang lebih produktif. Jangan ragu untuk mencari bantuan dan terus mengasah kemampuan diri. Kolaborasi dan bantuan orang lain adalah hal yang penting. Kami percaya setiap manusia berhak hidup bahagia dan sukses.

Anda juga bisa mengunjungi Instagram resmi kami di @arkatamamulti. Mengetahui pentingnya konsultasi dengan ahlinya. Arkatama siap membantu permasalahan Jasa Konsultan IT sesuai kebutuhan Anda. Jasa Konsultan IT dan Software House Malang kami siap memberikan solusi terbaik bagi perusahaan Anda. Berbicara tentang ahlinya, Arkatama memiliki sumber daya yang kompeten dan berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi tim kami disini!

Content Writer: Satrio Adhi Imam Mustaqim (DTS Batch 3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *