Contoh Proyek Perubahan yang Memukau Mentor dan Panelis
Proyek Perubahan (proper) sebenarnya tidak dimaksudkan untuk memukau mentor dan panelis saat ujian, namun benar-benar memberi manfaat yang nyata dalam ekosistem yang terpengaruh oleh perubahan yang dibuat. Tentu saja, jika manfaatnya nyata, mentor atau panelis nantinya dapat dipastikan akan terpukau dengan sendirinya.
Praktik di lapangan, hampir 9 dari 10 proyek perubahan berbentuk aplikasi, sistem, atau database. Tentu saja karena kemungkinan realisasinya yang tinggi, ketimbang buat proyek perubahan dalam tataran kebijakan. Tentu bakal libatkan banyak stakeholder dan memakan waktu panjang.
Pembuatan aplikasi, sistem, atau database untuk proyek perubahan pun sebenarnya juga akan memakan waktu yang panjang untuk proses pengembanganya. Terlebih harus merayu-merayu tim IT atau Pusdatin terlebih dulu supaya bersedia membantu proyek perubahan yang akan dijalankan. Hal itu tentu saja akan mudah untuk pejabat setingkat Eselon I dan Eselon II, yang sekali ucap jajaran di bawahnya bakal berlomba-lomba untuk membantu. Tapi tak sesederhana itu juga, masih ada kemungkinan-kemungkinan kecil yang dapat menghambat.
Tim IT atau Pusdatin itu sendiri juga sebenarnya memiliki beragam kegiatan birokrasi yang jika dipaksakan melakukan pengembangan sistem dalam waktu super duper mepet sesuai timeline atau schedule proper bakal kelabakan. Bayangkan saja, sebuah sistem harus dikembangkan dalam waktu kurang dari enam bulan untuk phase awal sebelum ujian proyek perubahan dilaksanakan. Belum lagi waktunya terpotong untuk sosialisai kepada pengguna dan segala macam tetek bengeknya. Karen itu pula, beberapa pejabat setingkat Eselon I dan Eselon II berdiskusi dan berkolaborasi bersama konsultan IT seperti PT Arkatama Multi Solusindo untuk memuluskan proyek perubahan mereka.
Konsultan IT seperti Arkatama tidak hanya berkutat dalam pengembangan aplikasi atau sistem secara teknis saja, tapi juga asik untuk diajak diskusi terkait proyek perubahan secara konseptual. Arkatama juga senang sekali mewujudkan ide-ide, gagasan, atau perubahan yang memberikan dampak nyata dan penting.
Berikut ini merupakan contoh-contoh proyek perubahan yang realistis dapat dilakukan sepanjang pengalaman dan pengetahuan Arkatama:
- Database Sistem Internal
Proyek perubahan sistem internal ini biasanya dibuat berdasarkan gab atau kekurangan yang ada dalam dalam kegiatan internal seperti sistem arsip, persuratan, atau manajemen proyek. Jika sudah terdapat sistem yang lama, biasanya proyek perubahan dilakukan dalam upaya integrasi beberapa sistem yang tidak terintegrasi sebelumnya. - Database Sistem Eksternal
Proper database sistem eksternal ini biasanya dibuat sebagai bentuk layanan online dari proses bisnis yang sebelumnya dijalankan secara offline. Misalkan saja layanan pengaduan atau pelaporan online. Jika sistem tersebut sudah ada, biasanya proyek perubahan mengarah pada integrasi sistem yang terkait. - Dashboard Command Center
Proper dashboard command center ini bisa dibilang paling ciamik, jadi goalnya adalah menyedian data dalam sebuah dashboard untuk command center. Tantangnya adalah mengkurasi data-data dari berbagai sistem yang telah ada. Data dalam dashboard command center dapat digunakan sebagai landasan pengambilan kebijakan nantinya.
Tentu saja masih banyak lagi contoh-contoh proyek perubahan yang menarik, namun secara keseluruhan proyek-proyek perubahan berpusat pada 3 contoh tersebut. Jika belum dapat ide proyek perubahan, Arkatama senang sekali untuk berdiskusi.
