Arkatama

Negative Testing Bikin Kualitas Software Tak Tertandingi

negative testing

Dalam software testing, terdapat dua strategi utama, yaitu positive testing dan negative testing. Positive testing merupakan pengujian untuk menentukan bahwa software atau aplikasi berfungsi seperti yang diharapkan. Apabila ada kesalahan yang ditemukan dalam positive testing, maka pengujian dinyatakan gagal. Sedangkan negative testing adalah pengujian untuk memastikan software bisa menangani input tidak valid atau perilaku user yang tidak diharapkan. Kedua strategi pendekatan ini harus dikombinasikan untuk menunjukkan aplikasi yang berkualitas tinggi. 

Artikel ini akan membahas tentang apa itu negative testing, kenapa harus negative testing, cara menerapkannya, dan contoh dari negative testing.

Apa itu Negative Testing?

Negative testing adalah metode pendekatan yang digunakan dalam pengujian aplikasi atau sistem yang memastikan bahwa plot aplikasi telah sesuai dengan persyaratan dan dapat menangani data atau kondisi input serta perilaku pengguna yang tidak diinginkan. Data atau kondisi yang tidak terduga dapat berupa tipe data yang salah hingga cyber attack atau hack yang kuat. Negative testing bertujuan untuk mencegah aplikasi atau software dari bug atau error karena input negative dan meningkatkan kualitas sekaligus stabilitas. 

Dengan hanya melakukan positive testing, beberapa kemungkinan yang bisa terjadi pada aplikasi atau software tidak akan sampai 100%. Karena positive testing hanya dapat memastikan sistem bekerja dalam kondisi normal. 

Baca Juga: DevTest vs QA Testing : Temukan Alat Pengujian Software Terbaik

Kenapa Negative Testing?

Pembahasan diatas sudah menjelaskan secara singkat tentang mengapa disarankan untuk melakukan negative testing. Namun, ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang alasan-alasan lainnya yang membuat negative testing menjadi penting untuk dilakukan.

Berikut penjelasannya:

1. Meningkatkan kualitas aplikasi

    Metode ini dapat membantu meningkatkan kualitas aplikasi atau software dengan mengidentifikasi potensi cacat atau kesalahan yang tidak terduga atau negatif. Dengan negative testing, pengujian dilakukan pada skenario, seperti input yang tidak valid, kondisi error, atau penggunaan yang salah. Dengan demikian, potensi masalah atau bug dapat ditemukan dan diperbaiki sebelum aplikasi diperkenalkan ke pengguna akhir.

    2. Meningkatkan cakupan uji aplikasi

    Metode ini akan menguji skenario yang tidak diharapkan atau input yang tidak valid dengan melibatkan berbagai jenis data dan kondisi yang mungkin terjadi dalam penggunaan sehari-hari oleh pengguna aplikasi. Dengan ini celah atau masalah potensial dapat ditemukan dalam aplikasi dan hal ini mungkin juga tidak muncul saat dilakukannya positive testing. 

    3. Aplikasi stabil dan handal

    Metode ini dapat membantu untuk memastikan bahwa aplikasi stabil dan handal dalam menghadapi situasi yang tidak diharapkan atau tidak valid. Developer dapat mengidentifikasi bagian-bagian aplikasi yang mungkin rentan terhadap masalah, seperti crash, error, atau kerugian data. Dengan mengatasi masalah ini sebelum aplikasi diperkenalkan ke pengguna akhir, negative testing membantu meningkatkan stabilitas dan keandalan aplikasi secara keseluruhan.

    4. Aplikasi dengan output valid

    Meskipun dihadapkan pada skenario yang tidak diharapkan, negative testing dapat membantu aplikasi untuk tetap menghasilkan output yang valid. Dalam pengujian negative testing akan memastikan bahwa aplikasi mampu mengatasi input yang tidak valid dan menghasilkan output yang benar. Hal ini penting untuk memastikan bahwa aplikasi beroperasi dengan benar dan menghasilkan hasil yang valid dalam berbagai situasi yang mungkin terjadi dalam penggunaan sehari-hari oleh pengguna aplikasi.

    Baca Juga: Design Thinking dan Agile Software: Resep Software Profesional

    Cara Melakukan Negative Testing

    Setelah memahami apa itu negative testing dan mengapa metode ini sangat disarankan, hal selanjutnya yang perlu untuk diketahui adalah bagaimana cara melakukan negative testing. Untuk menerapkan metode ini, developer harus memikirkan apa saja case yang mungkin terjadi, baik positif maupun negatif, baik sesuai maupun tidak sesuai. Semua case tersebut akan diujikan pada aplikasi atau software saat di tahapan proses software testing. Sebagai contoh, jika kita melihat kolom email, kita harus memikirkan semua kemungkinan input yang bisa dimasukkan selain format email yang benar. Begitu juga ketika kita melihat opsi unggah gambar, kita harus mengujinya dengan semua jenis file yang mungkin.

    Saat membuat list negative testing case, jika tidak ada banyak kemungkinan kasus negatif yang terjadi, maka harus memprioritaskan inputnya. Sebagai contoh, untuk kolom unggah gambar di mana hanya file ‘.png’ yang diizinkan masuk, kita bisa memiliki banyak opsi unggah seperti ‘jpeg’, ‘xml’, ‘xls’, dll. Oleh karena itu, kita perlu memprioritaskan opsi-opsi tersebut, misalnya kasus XML dan SQL bisa berdampak lebih besar daripada jpeg dan xls, jadi kita harus memperhatikan kasus-kasus SQL dan XML terlebih dahulu.

    Negative Testing Bikin Kualitas Software Tak Tertandingi

    Proses software testing merupakan proses yang sangat penting karena proses ini akan menentukan apakah aplikasi atau software tersebut sudah pantas atau siap untuk diluncurkan ke publik dan digunakan oleh calon user atau klien. Dengan mengkolaborasikan dua metode pendekatan, yakni negative testing dan positive testing dalam proses ini, maka kualitas software atau aplikasi yang Anda ciptakan akan terjamin kualitasnya. Anda bisa mempelajari mempelajari tentang software lebih dalam dengan mengikuti IT Training Center bersama AMD Academy. Jika Anda membutuhkan Jasa Konsultan IT dan Software House, PT Arkatama Multi Solusindo siap untuk membantu Anda. Pelajari ilmu teknologi dan informasi lebih banyak dengan berkonsultasi bersama para ahli kami dengan klik ⇨disini⇦ atau kunjungi website kami https://arkatama.id/.

    Content Writer: Lily (DTS Batch 3)

    Editor: Vina Margaretha (DTS Batch 4)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *