
VPN (Virtual Private Network): Remote Access dan Pembuka Situs Blokir, Apakah Aman?
Pemblokiran situs dan keamanan dari situs sangat penting di era digital saat ini. Mengingat banyaknya kasus kejahatan siber yang mencuri data pengguna atau penyebaran informasi bohong tersebar dengan mudah. Disisi lain, terkadang penting untuk mengakses informasi dengan akses situs yang diblokir oleh negara atau penyedia layanan internet. Dalam konteks penelitian dan pendidikan akses informasi dari sumber yang banyak diperlukan. Sehingga dengan pemblokiran beberapa situs menghambat validasi pengetahuan yang bisa kita akses di situs internet. Namun, kerahasiaan dan keamanan menjadi fokus penting bagi pengguna internet yang bijak.
Keamanan dan kerahasiaan salah satunya bisa dilakukan dengan VPN. Dengan mengubah koneksi server dan enkripsi data sehingga menjadi anonim. Selain itu memberi manfaat dalam kebutuhan akses jarak jauh bagi perusahaan melalui internet. Namun, sebagai pengguna yang bijak juga perlu memanfaatkan akses sesuai dengan aturan dan memperhatikan risiko keamanan. Lantas, apa itu VPN dan seaman apa teknologi ini? Simak artikel dibawah ini ya!
Apa itu Virtual Private Network?
VPN (Virtual Private Network) adalah sebuah teknologi yang memungkinkan pengguna untuk membuat koneksi internet yang aman dan terenkripsi. Melalui VPN, mengacu pada koneksi internet yang terenkripsi dibuat antar perangkat pengguna dan server VPN melalui jaringan internet, secara tidak terlihat fisik (virtual). Akses internet menjadi hanya bisa diakses oleh pengguna (private) yang terhubung dan memiliki izin akses yang tepat. Sehingga jaringan internet terhubung dengan server VPN memungkinkan mengakses koneksi yang aman dan terenkripsi.
Sederhananya, VPN memberikan kemudahan akses konten luas dan tetap terjaga privasi online Anda dengan lebih aman dan terlindungi. VPN bekerja untuk melindungi alamat IP dan lokasi pengguna dari pengawasan pihak ketiga atau ISP, sehingga pengguna dapat menjaga privasi saat menjelajahi internet, termasuk membuka situs blokir. Hal ini membantu perlindungan data pribadi dan informasi online pengguna dari penjahat siber atau pihak yang tidak berwenang.
Jenis Virtual Private Network
Umumnya, VPN dikelompokkan menjadi beberapa jenis berdasarkan cara penggunaannya, antara lain:
- Personal VPN: Jenis VPN ini dirancang untuk penggunaan individu yang ingin mengamankan koneksi internet mereka saat penggunaan jaringan publik. Misalnya, jika seseorang ingin menggunakan Wi-Fi publik di bandara, menggunakan personal VPN mencegah peretasan dari kejahatan siber dalam akses data sensitif.
- Remote Access VPN: Jenis VPN ini memungkinkan pengguna untuk mengakses jaringan perusahaan dari jarak jauh atau luar kantor dengan koneksi internet yang aman dan rahasia. Seperti, menjalankan akses data pekerjaan seperti berada di kantor. Dengan penggunaan Remote Access, memungkinkan mereka untuk produktif walaupun tidak berada di kantor.
- Mobile VPN: Jenis VPN ini dirancang khusus untuk perangkat mobile seperti smartphone atau tablet. Sama halnya dengan remote access, Mobile VPN memungkinkan pengguna untuk melakukan mobilitas saat bepergian dan harus menggunakan jaringan publik untuk akses internet secara aman.
- Site-to-Site VPN: Jenis ini menghubungkan dua atau lebih jaringan yang terpisah secara geografis. Site-to-Site VPN biasa diakses oleh perusahaan yang memiliki cabang atau pusat data yang berbeda lokasinya. Misalnya, dalam perusahaan memiliki 2 kantor di Asia dan Afrika. Melalui VPN ini, akses data dari lokasi yang berbeda bisa terintegrasi menjadi satu data perusahaan yang sama dan aman.
Cara Kerja VPN
Secara umum, VPN membuat koneksi jaringan yang aman dan terenkripsi antara perangkat pengguna dan server VPN, sehingga data yang dikirim dan diterima melalui VPN tidak terlihat oleh pihak yang tidak berwenang. Khususnya pada remote access VPN, dapat melindungi data pengguna dengan cara berikut:
- Enkripsi Data: Saat menggunakan remote access VPN, semua data yang dikirimkan dari perangkat pengguna akan dienkripsi atau diacak agar tidak bisa dibaca oleh pihak yang tidak berwenang.
- Autentikasi Penggun: Remote Access VPN kemudian memerlukan pengguna untuk memastikan pengguna memiliki akses sah ke jaringan dengan memasukkan (username dan password). Sehingga, data menjadi aman dan tidak diakses secara bebas.
- VPN Tunnel: Agar koneksi aman antara perangkat pengguna dengan jaringan perusahaan, VPN tunnel membentuk jalur khusus private melalui internet. Sehingga seluruh jalur terenkripsi antar perangkat atau tersegel. Dengan ini, akses data dipastikan hanya dikirim antar perangkat pengguna.
Penggunaan VPN Sehari-Hari
Era digital membuat kehidupan menjadi berubah, dalam penggunaan sehari-hari kita sering mengakses layanan dan kegiatan secara online. VPN dapat digunakan dalam berbagai kegiatan seperti:
- Keamanan saat Browsing: Dengan VPN, membantu pengguna menjaga data secara anonim agar Anda tidak terancam dari kejahatan siber. Selain itu VPN membantu akses situs yang diblokir oleh ISP atau pemerintah dengan mengganti alamat IP pengguna dengan alamat IP dari server VPN yang terletak di luar negeri. Namun, penggunaan VPN tidak sepenuhnya membuat pengguna anonim dan masih perlu kewaspadanaan saat menjelajahi internet.
- Streaming Konten: Berkat teknologi, sekarang lebih mudah memanfaatkan konten favorit di mana saja dan kapan saja. Namun, terkadang layanan streaming berkualitas membutuhkan koneksi internet stabil dan terbatas pada negara-negara tertentu. Sehingga perlu penggunaan VPN yang stabil dan terkoneksi pada lokasi tertentu agar memiliki pengalaman streaming yang optimal.
- Akses Jaringan Kantor: Melalui Remote Control VPN, data perusahaan dari jarak jauh bisa diakses oleh karyawan kapan saja dan dimana saja.
- Mengakses Situs yang Terblokir: Artikel atau informasi dari negara tertentu terkadang menutup akses alamat internet dari luar negaranya, karena terkadang ada aturan yang berbeda terkait situs yang bisa di akses. Misalnya ingin membaca artikel Reddit yang berisi beragam konten. Namun, dikarenakan konten ada yang mengandung konten tidak sesuai norma, membuat situs ini diblokir Indonesia. Disisi lain, ada banyak informasi positif yang bisa didapat di situs ini. Dengan bantuan VPN, Anda bisa mengakses situs yang diblokir.
Kapan Harus Menggunakan Server VPN
- Akses WiFi Publik: Ketika menggunakan akses publik maka ada kemungkinan data menjadi Anda menjadi rawan di bobol dengan mudah. Melalui VPN, data Anda akan di filter terlebih dahulu dan diacak sehingga akses bisa lebih aman dan mendapatkan hak privasi Anda.
- Saat Ingin Akses Anonim: Ketika menyembunyikan lokasi sesungguhnya pada orang yang tidak dikenal, sehingga melindungi obrolan, dan data pribadi yang bisa saja diakses pihak yang tidak sah.
- Saat ingin Akses Pencarian Seluruh Dunia: VPN membantu pengguna dari berbagai negara untuk melihat pencarian yang terkadang tidak ada di pencarian lokal.
Konspirasi Virtual Private Network aman atau tidak?
Aman tidaknya VPN berasal dari mana penyedia layanan menyimpan jalur koneksi server VPN dan bagaimana data yang di rahasiakan. Data yang rentan dicuri karena setiap layanan VPN bisa saja merekam data pengguna oleh penyedia layanan, sehingga dimanfaatkan untuk kejahatan. Maka dari itu perlunya kita bijak dalam menggunakan VPN yang terpecaya. Maka, penting memastikan faktor yang perlu dipertimbangkan untuk memilih VPN aman:
- Protokol Enkripsi: Pastikan VPN menggunakan protokol enkripsi yang kuat seperti OpenVPN atau IKEv2 yang paling stabil dan aman. IKEv2 memakai enkripsi Advanced Encryption Standard (AES) dan Internet Key Exchange (IKE) untuk membentuk koneksi aman antara pengguna dan server VPN. Sedangkan OpenVPN memakai teknologi SSL/TLS untuk enkripsi data. Selain itu protokol enkripsi ini dapat diatur untuk bekerja sesuai kebutuhan baik enkripsi lalu lintas internet dan seluruh koneksi internet pengguna melalui server VPN.
- Keamanan Server: Agar layanan VPN aman, pengguna perlu memastikan server VPN terpecaya dan aman. Protokol enkripsi seperti AES sebagai data di server. Server VPN tidak menyimpan log aktivitas pengguna, seperti data browsing atau alamat IP. Selalu update keamanan dan memiliki multi-faktor authentication untuk akses server. Sehingga server ini benar-benar aman, pengguna perlu melihat faktor ini agar data aman dan terpecaya.
- Kebijakan Privasi: Selain keamanan, pengguna perlu cek terkait kebijakan privasi yang diberikan oleh penyedia layanan VPN. Seperti bagaimana pengumpulan data, penggunaan data, penyimpanan data, perlindungan data, pada siapa data akan dibagi, hak pengguna, dan penyedia harus menjelaskan bagaimana kebijakan pribasi direvisi dan diberitahu terkait perubahan kepada pengguna. Tujuannya agar pengguna bisa mengetahui bagaimana data dilindungi oleh penyedia layanan VPN.
- Kecepatan Koneksi: Kecepatan adalah faktor penting, karena memang terkadang VPN berdampak pada kecepatan internet. Semakin jauh lokasi server dengan lokasi pengguna maka akan semakin lambat koneksi internet. Selain itu kapasitas server dan kecepatan awal internet pengguna juga mempengaruhi koneksi VPN. Untuk memastikan VPN terkoneksi dengan cepat, maka pengguna bisa memilih server VPN yang dekat dengan lokasi, kapasitas jaringan yang cukupc dan bisa terpecaya.
- Reputasi: Jika penyedia layanan VPN memiliki reputasi baik, pengguna bisa merasa lebih yakin dan mengandalkan layanan tersebut aman dan handal. Reputasi ini bisa berasal dari bagaimana layanan VPN menempatkan keamanan dan privasi pengguna, kecepatan, transparansi, dan ulasan dari pengguna lainnya.
Bijak Dalam Menggunakan Teknologi!
Setelah membaca artikel diatas, Anda bisa memahami bagaimana pentingnya menggunakan VPN dan perlunya bijak dalam menggunakan teknologi. Namun, implementasi teknologi informasi yang tepat membutuhkan tim yang hebat. Oleh karena itu, perlu Jasa Konsultan IT dalam membantu bisnis Anda menjadi solusi menggunakan teknologi yang tepat. Di sisi lain, Arkatama memiliki Software House Malang yang dipercaya oleh instansi, baik pemerintahan, pendidikan, dan perusahaan. Tim kami siap membantu memberikan solusi dan konsultasi tepat bagi bisnis Anda disini!
Content Writer: Satrio (DTS Batch 3)
Editor: Sean Priantoni (DTS Batch 4)
