Arkatama

MVC: Pengertian, Cara Kerja, Contoh, dan Manfaat

Selama beberapa tahun terakhir, situs web telah mengalami beralih dari penggunaan halaman HTML sederhana dengan pengaplikasian CSS menjadi aplikasi kompleks dengan ribuan developer yang mengembangkannya secara bersamaan. Guna mengerjakan aplikasi web yang kompleks diperlukan penggunaan pola desain yang berbeda dalam penyusunan suatu proyek sehingga menghasilkan kode sederhana yang mudah diproses. Pola – pola yang popular ini disebut dengan Model View Controller (MVC) yang akan diulas secara lengkap di artikel berikut ini

Pengertian MVC

Kerangka kerja Model View Controller merupakan pola desain yang membagi aplikasi menjadi 3 komponen utama yaitu Model, View, dan Controller. Setiap unsur desain diciptakan guna mengelola aspek pengembangan yang lebih spesifik pada suatu aplikasi. Ketika suatu proses web development berjalan, tersedia beberapa kode yang masing – masingnya memiliki keunikan tersendiri.  

Kode tersebut berguna untuk mengumpulkan dan menyimpan data situs web, menciptakan tampilan website menjadi lebih menarik, dan memantau prosedur pengerjaan website yang bertujuan untuk mengelola semua kode pada prosedur pengembangan suatu situs web. Beberapa software penunjang seperti Python, PHP, JavaScript, Node Js, dal sebagainya, MVC merupakan standar kerangka kerja pengembangan website yang sering digunakan untuk menciptakan proyek situs web yang besar. Tujuan utama pola desain ini adalah menyelesaikan permasalahan pengguna terhadap pengendalian gabungan data yang masif dan kompleks dan memisahkan aplikasi tersebut menjadi bagian – bagian yang mempunyai tujuan berbeda – beda. 

Komponen MVC

Kerangka kerja model view controller mempunyai 3 komponen utama untuk menunjang pengembangan website, diantaranya 

1. Controller 

Controller merupakan komponen yang memungkinkan adanya interkoneksi antara view dan model yang berperan sebagai perantara. Controller tidak perlu khawatir terhadap pengelolaan data logic. Controller akan mengarahkan model apa yang harus dilakukan kemudian memproses semua business logic dan permintaan masuk, memanipulasi data menggunakan komponen model dan berhubungan dengan view untuk merender hasil terakhir.  

2. Model 

View merupakan komponen pertama pada MVC yang berguna untuk mempersiapkan, mengelola dan memanipulasi data di database. Model dapat mewakilkan data yang sedang didistribusikan antara komponen view dan komponen controller atau semua data tentang logika bisnis lainnya. Komponen model memungkinkan memperbanyak atau mengambil data dari database yang dapat merespon semua permintaan dari controller sebab controller tidak bisa berhubungan dengan database miliknya sendiri. Model akan terhubung dengan database dan membagikan data yang dibutuhkan Kembali oleh controller. 

3. View

View digunakan untuk semua UI logic pada aplikasi, view dapat memfasilitasi user interface untuk pengguna. View diciptakan oleh data yang dikumpulkan oleh komponen model tetapi data ini tidak diambil secara langsung melainkan melalui perantara controller karena view hanya dapat berinteraksi dengan controller.

Cara Kerja MVC 

Berikut tahapan yang dilalui oleh sistem model view controller  sehingga menghasilkan output yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan tim developer.

– Tahap 1 – pengiriman suatu permintaan dari browser klien ke aplikasi model view controller 

– Tahap 2 – Permintaan tersebut kemudian diterima oleh Global.ascx dan membuat rute berdasarkan URL permintaan yang masuk dengan mengaplikasikan Route Table, Route Data, MVC Router Handler, serta URL Routing Module

– Tahap 3 – Sistem perutean ini kemudian memilih controller yang sesuai dan mulai melakukan proses eksekusi dengan menggunakan Controller Factory dan metode MvcHandler object’s Execute

– Tahap 4 – Komponen controller akan memproses data tersebut menggunakan komponen model dan menggunakan metode yang sesuai dengan Controller Action Invoker

– Tahap 5 – Model yang telah diproses kemudian didistribusikan ke komponen view untuk merender hasil akhir atau output yang diinginkan. 

Contoh Penerapan MVC

Ketika seorang pengguna mengirimkan permintaan kepada server untuk mengambil data pelajar yang belajar di kelas, maka server akan mengirimkan permintaan tersebut kepada komponen controller yang menangani pelajar. Komponen controller kemudian akan meminta model yang menangani pelajar untuk mengembalikan data pelajar yang belajar di kelas. 

Kemudian model akan mengajukan pada database terkait daftar semua pelajar lalu mengembalikan data tersebut kepada controller. Apabila model mampu merespon kembali permintaan tersebut, maka controller akan meminta view yang terhubung dengan data pelajar untuk mengembalikan presentasi dari daftar semua pelajar. Komponen view akan mengambil daftar pelajar dari controller dan merender list tersebut ke dalam bentuk HTML yang bisa digunakan oleh browser. 

mvc

Kemudian komponen controller akan membawa presentasi tersebut dan mengembalikannya kepada pengguna sebagai proses terakhir dari permintaan pada sistem. Jika sebelumnya komponen model mengembalikan suatu kesalahan atau error, maka controller akan menangani kesalahan tersebut dengan meminta komponen view untuk merender presentasi tersebut yang salah ke dalam bentuk kesalahan tertentu. Presentasi kesalahan tersebut lalu dikembalikan kepada pengguna alih – alih menampilkan daftar pelajar.

Berdasarkan contoh diatas, dapat disimpulkan jika komponen model menangani semua data, komponen view menangani semua presentasi dan komponen controller akan mengarahkan komponen model dan view apa yang harus dilakukan. Contoh diatas merupakan penerapan dari arsitektur dasar dan cara kerja framework MVC.

Kelebihan Model View Controller

– MVC mendukung penggunaan Test Driven Development (TDD)

– MVC dapat bekerja dengan baik untuk aplikasi web yang didukung oleh kelompok besar desainer dan pengembang web

– Arsitektur ini menolong pengujian komponen secara mandiri karena semua kelas dan objek tidak bergantung satu sama lain

– Bersifat SEO-friendly

– Kode mudah dikelola dan dapat diperpanjang dengan mudah. 

– Komponen model model view controller  bisa diuji secara terpisah

– Semua komponen model view controller  dapat dikembangkan secara bersamaan

– MVC dapat meminimalisir kompleksitas sistem dengan membagi aplikasi menjadi 3 komponen yaitu Model, View, dan Controller.

Kekurangan Model View Controller

– Model ini sukar untuk dibaca, dirubah, diuji, dan dipakai kembali

– Tidak cocok untuk membuat aplikasi yang kecil dan sederhana

– Akses data pada komponen view tidak efisien

– Navigasi kerangka kerja bisa menjadi kompleks yang diakibatkan pengenalan lapisan baru pada abstraksi yang mendorong pengguna untuk beradaptasi dengan kriteria dekomposisi MVC

– Meningkatkan kompleksitas dan ketidakefektifan data

Framework yang memanfaatkan MVC

– Kerangka kerja Python seperti Watson-Framework, Django, dan Turbogears.

– Kerangka kerja Nodejs seperti Adonis, Total.js, Express, Mojito, dan Mean.js. 

– Kerangka kerja PHP seperti Symfony, Zend, CakePHP, dan Laravel. 

Manfaat MVC

MVC (Model – View – Controller) merupakan suatu arsitektur software yang terkenal dalam pembuatan aplikasi web dan desktop. Berikut merupakan manfaat dari pengaplikasian MVC, diantaranya

1. Membagi Jobdesk

MVC membagi tugas antara komponen model, view, dan controller yang mengakibatkan pengoperasian setiap komponen dapat dilakukan secara mandiri tanpa mempengaruhi operasional komponen lain. Hal ini mempermudah proses pembuatan, perawatan, dan uji coba aplikasi web. 

2. Mempercepat Proses Perkembangan

Dengan adanya pembagian tugas yang jelas, developer dapat berproses secara paralel di komponen dalam proyek yang berbeda, meningkatkan kecepatan dan efektivitas pembuatan aplikasi web.

3. Meningkatkan Mutu Kode

Melalui model view controller, developer bisa mencegah penulisan kode yang tidak penting, serta menyelesaikan permasalahan lebih cepat.

4. Meningkatkan Keamanan Program

Pencegahan serangan terhadap jaringan dan pembatasan akses ke inti aplikasi serta data yang rahasia dapat diwujudkan dengan adanya pembagian tugas antara model, view, dan controller. 

5. Meningkatkan Skalabilitas

Model MVC memungkinkan developer untuk melakukan penambahan dan perubahan terhadap fitur dan kegunaan aplikasi dengan mudah tanpa mengganggu kinerja komponen lain pada aplikasi. 

Secara keseluruhan, pengaplikasian model view controller bisa menawarkan banyak manfaat dalam proses pengembangan desktop atau aplikasi web dengan performa, keamanan, dan perawatan yang lebih baik. 

Arkatama merupakan Jasa Konsultan IT, Software House, dan IT Training Center yang dapat memenuhi segala kebutuhan Anda di bidang IT dan memberikan solusi bagi setiap permasalahan bisnis Anda. Anda dapat menghubungi kami melalui link berikut https://s.id/AdminWeb atau kunjungi Instagram resmi kami pada @arkatamamulti. Konsultasikan permasalahan IT Anda pada ahlinya sekarang!

Content Writer: Maharani Huzaema (DTS Batch 3)
Editor: Alip Subekhan (DTS Batch 4)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *