Arkatama

Buat User Experience Memukau dengan Usability Testing!

Usability Testing

Usability Testing – Teknologi dan layanan digital mempengaruhi perilaku dan aktivitas masyarakat saat ini. Kemudahan ini juga mempengaruhi layanan dan bisnis digital. Pelanggan saat ini mengharapkan layanan yang cepat, mudah, dan efisien. 

Usability Testing adalah cara untuk memastikan bahwa harapan ini terpenuhi. Selain itu, manfaat Usability Testing lebih dari sekadar meningkatkan pengalaman pengguna. Pengujian ini juga dapat membantu mengidentifikasi dan memprioritaskan masalah dan bug, mengurangi biaya pengembangan, serta meningkatkan kepuasan dan loyalitas pengguna. Dengan demikian, pengujia usability telah menjadi bagian dari proses pengembangan layanan bagi banyak perusahaan, dan terus menjadi semakin penting seiring dengan kemajuan teknologi dan ekspektasi pelanggan. Untuk informasi lebih lanjut, simak artikel dibawah ini!

Mengenal Usability Testing

Usability Testing menjadi penting untuk mengidentifikasi permasalahan pengguna dan User Experience saat menggunakan layanan bisnis Anda. Seperti memudahkan seberapa efektif aplikasi, software, website atau layanan perusahaan. Dengan melakukan Usability Testing, perusahaan dapat mengumpulkan feedback yang berharga dari para penggunanya, yang kemudian dapat digunakan untuk mengoptimalkan dan meningkatkan layanan.

Usability Testing adalah pengujian yang dilakukan oleh tim UX research atau UX developer untuk mengevaluasi seberapa mudah dan efisien software, layanan, atau website dapat digunakan oleh pengguna. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas layanan dengan cara meningkatkan pengalaman pengguna dan memastikan bahwa produk atau layanan tersebut memenuhi kebutuhan dan preferensi pengguna.

Manfaat Usability Testing

Melalui Usability Testing, perusahaan bisa mendapatkan feedback langsung dari pengguna tentang layanan yang Anda tawarkan. Hal ini yang membantu perusahaan memahami kebutuhan, preferensi, dan masalah yang dihadapi pengguna. Dengan demikian, perusahaan dapat mengoptimalkan layanan mereka agar lebih mudah digunakan, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sehingga, perusahaan dapat memberikan akses dan pengalaman layanan yang lebih nyaman bagi pengguna. Manfaat lain seperti:

-Memberikan Keputusan Desain yang Baik

-Evaluasi Penyempurnaan Layanan sebelum Rilis

-Membantu Menemukan Masalah Lebih Awal

-Mengukur Bagaimana Pengguna Berinteraksi dengan Layanan Anda

5 Langkah Usability Testing

Usability Testing adalah proses mengevaluasi produk atau layanan dengan mengujinya dengan pengguna yang representatif untuk mengidentifikasi masalah kegunaan. Berikut adalah beberapa langkah umum untuk melakukan pengujian kegunaan:

1. Planning The Session

Sebelum memutuskan layanan yang ingin dibuat. Tahap ini, penguji harus menentukan masalah dan area yang ingin diuji. Selain itu menentukan jenis yang akan diuji dan menyiapkan pertanyaan yang ingin ditanyakan. Informasi yang sudah didapatkan nantinya dikumpulkan didalam satu tempat terpusat agar mudah diakses dan digunakan sebagai panduan utama mengerjakan langkah selanjutnya.  

2. Recruiting Participants

Langkah selanjutnya adalah menentukan siapa yang akan menjadi partisipan dalam pengujian Usability Testing. Dalam melakukan Usability Testing dibutuhkan tiga elemen dasar yaitu fasilitator, tugas, dan partisipan. Fasilitator sebagai yang memberi tugas, mengamati dan mendata feedback partisipan. Rancanglah pertanyaan sesuai dengan tujuan dan goals dari pengujian tersebut.

3. Designing The Task

Tahapan mendesain tugas ini dapat dilakukan bersamaan dengan partisipan karena setelah mengetahui jawaban dari beberapa pasrtisipan, UX research atau UX developer dapat langsung merancang tes, selagi menunggu konfirmasi partisipan lainnya. Tidak hanya itu, yang terpenting adalah mengingat fungsi paling penting dari aplikasi atau produk yang akan dibangun.

4. Running The Session

Tahapan keempat adalah melakukan tahap Usability Testing, dimana pada tahap ini pastikan bahwa partisipan nyaman dengan pengujian. Selama percakapan, kumpulkan informasi demografis dan pengalaman menggunakan pertanyaan yang telah ditentukan sebelumnya. Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah meluangkan waktu di akhir sesi untuk mengajukan pertanyaan lanjutan dan mengumpulkan feedback akhir dari peserta.

5. Analyzing The Insights

Langkah yang terakhir setelah mengumpulkan semua data yang dibutuhkan adalah menganalisa hasil dan membuat kesimpulan. Saat memeriksa data, tentukan masalah yang paling sering dihadapi pengguna untuk pemeriksaan lebih lanjut. Prioritaskan masalah yang paling serius dan perlu ditangani.

Usability Testing termasuk kedalam jenis yang melibatkan pengguna dalam testing. Sehingga membantu perusahaan Anda memahami bagaimana pengguna berinteraksi dengan layanan Anda dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Hal ini dapat dilakukan dalam berbagai pengaturan dan dengan berbagai tingkat peralatan, tergantung pada sumber daya dan tujuan Anda.

Metode Usability Testing

Sebelum melakukan pengembangan layanan, penting untuk dilakukan riset oleh UX researcher. Tujuannya agar pengguna mendapatkan layanan yang maksimal. Untuk mendapatkan masalah dan solusi dari pengembangan. Metode yang bisa digunakan seperti:

– Heuristic Evaluation (HE)

Heuristic Evaluation adalah metode untuk mengidentifikasi masalah pada layanan dengan membandingkan dan mengidentifikasi masalah. Para ahli ini akan mengevaluasi produk berdasarkan heuristics yang telah ditetapkan dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk masalah-masalah yang ditemukan. Evaluasi heuristik adalah cara yang hemat biaya dan efisien untuk mengevaluasi fungsionalitas. Namun, bersifat subjektif tergantung pada keahlian dan penilaian para pengembang atau evaluator, yang mungkin memiliki pendapat dan preferensi yang berbeda. 

– Tree Testing

Metode Tree Testing membantu UX researcher untuk menemukan topik atau informasi yang dibutuhkan oleh pengguna pada situs web atau aplikasi bisnis Anda. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pengguna dapat dengan mudah menemukan apa yang mereka cari. Pengujian ini memudahkan evaluasi efektivitas navigasi situs web atau aplikasi Anda pada tahap awal desain. 

Dengan data yang dikumpulkan dari pengujian, UX researcher dapat memahami bagaimana pengguna menavigasi situs Anda sehingga Anda dapat mengatur konten dengan lebih baik. Metode ini dapat membantu dalam menguji kegunaan navigasi Anda, mengevaluasi efektivitas navigasi Anda, menilai pelabelan dan bahasa yang digunakan di situs web atau aplikasi Anda, mengumpulkan wawasan tentang model mental pengguna, memvalidasi ide sebelum mendesain, dan memprioritaskan masalah untuk iterasi (pengujian ulang layanan sampai layanan matang).

– PURE (Pragmatic Usability Rate by Expert)

PURE melibatkan seorang ahli yang menggunakan produk atau sistem dan menilai usabilitynya berdasarkan kriteria tugas tertentu. Kemudian tugas dibuat untuk menyelesaikan sistem layanan perusahaan. Selama melakukan tugas, ahli akan mencatat waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas dan kesulitan yang dihadapi.

– Eye Tracking

Eye Tracking digunakan untuk menggambarkan teknik desain yang memanipulasi persepsi visual pengguna untuk menciptakan kesan atau ilusi tertentu. Metode ini berguna untuk meningkatkan daya tarik visual dan keterlibatan pengguna, dengan memastikan bahwa desain secara keseluruhan tetap mudah digunakan dan mudah dipahami oleh pengguna. Seperti memakai warna yang cerah atau kontras.

– Remote Usability Testing

Remote usability testing adalah metode pengujian usability yang dilakukan secara jarak jauh. Dalam remote usability testing, pengguna diundang untuk mencoba produk atau situs web dari jarak jauh dan diberikan tugas-tugas tertentu untuk diselesaikan, seperti mencari informasi atau menyelesaikan transaksi tertentu. Selain itu, remote usability testing juga memungkinkan para pengujian untuk merekam sesi pengguna dan mengumpulkan data yang dapat dianalisis nanti.

Tools Usability Testing

Tools Usability Testing

1. UserTesting

Tool yang dapat melakukan remote usability testing, mengumpulkan feedback pengguna, dan memberikan wawasan yang mendalam tentang pengalaman pengguna.

2. Google Analytic

Google Analytics sebenarnya bukan sebuah tools usability testing, namun Google Analytics dapat memberikan informasi yang berguna terkait usability website. Seperti, interaksi pengguna(user flow), pergerakan pengguna dalam interaksi pada navigasi website (behavior flow), kecepatan responsif website (site speed), dan lainnya. 

3. Hotjar

Tool yang dapat memantau interaksi pengguna pada website, termasuk click, scroll, dan input, untuk memahami perilaku dan preferensi pengguna.

4. Optimal Workshop

Tool yang dapat membantu dalam melakukan usability testing pada wireframe, prototipe, dan desain produk.

5. Maze

Tool yang dapat melakukan usability testing pada desain produk dengan cepat dan mudah, termasuk mengumpulkan feedback pengguna dan memperbaiki kekurangan pada produk.

Setelah membaca artikel diatas, Anda bisa memahami bagaimana pentingnya Usability Testing bagi pengembangan layanan terbaik pelanggan Anda. Namun, implementasi teknologi informasi yang tepat membutuhkan tim yang hebat. Oleh karena itu, perlu Jasa Konsultan IT dalam membantu bisnis Anda menjadi solusi menggunakan teknologi yang tepat. Di sisi lain, Arkatama memiliki Software House yang dipercaya oleh instansi, baik pemerintahan, pendidikan, dan perusahaan. Jika Anda ingin meningkatkan pengetahuan dibidang teknologi informasi, pelajari skill ini dengan mengikuti IT Training Center bersama AMD Academy. Tim kami siap membantu memberikan solusi dan konsultasi tepat bagi bisnis Anda disini!

Content Writer: Satrio Adhi Imam Mustaqim (DTS Batch 3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *