
Alumni dan perguruan tinggi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Keberhasilan seorang alumni tidak terlepas dari sumbangsih perguruan tinggi, dan begitupun sebaliknya. Alumni yang berkompeten akan memberikan perguruan tinggi positive value sebagai perguruan tinggi yang berhasil menciptakan generasi emas bangsa. Sebagai salah satu core value perguruan tinggi, tentu pendataan para alumni sangat diperlukan bagi suatu perguruan tinggi. Sejak tahun 2011, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menyosialisasikan Tracer Study sebagai sebuah sistem online yang mendata aktivitas alumni setelah masa pendidikan tinggi. Aplikasi tracer study dinilai penting sebagai sarana evaluasi kinerja perguruan tinggi yang menjadi salah satu syarat kelengkapan akreditasi perguruan tinggi. Untuk mengetahui secara lengkap apa itu dan bagaimana sistem aplikasi tracer study simak secara lengkap penjelasan di bawah ini.
Pengertian Aplikasi Tracer Study
Aplikasi tracer study adalah sebuah sistem online yang digunakan sebagai alat pelacakan jejak atau aktivitas alumni perguruan tinggi. Aplikasi tracer study merupakan salah satu instrumen kelengkapan dalam akreditasi perguruan tinggi. Berdasarkan standar Dikti, pelacakan ini biasa dilakukan hingga 2 tahun setelah masa kelulusan.
Tujuan Aplikasi Tracer Study
Aplikasi tracer study dikembangkan dengan tujuan untuk mengetahui outcome perguruan tinggi dalam bentuk transisi dari dunia perguruan tinggi ke dunia kerja, situasi kerja, dan kompetensi di dunia kerja. Selain itu, aplikasi tracer study juga bertujuan untuk sarana evaluasi pembelajaran selama di perguruan tinggi.
Manfaat Aplikasi Tracer Study
Bukan tanpa alasan, pengembangan aplikasi tracer study memiliki beberapa manfaat, baik untuk perguruan tinggi, Ditjen Dikti, maupun stakeholder lain. Berikut adalah penjabaran manfaat aplikasi tracer study.
- Database Alumni
Dengan adanya aplikasi tracer study perguruan tinggi akan mendapatkan data-data alumni, sehingga perguruan tinggi memiliki rekap alumni yang pernah menimba ilmu di perguruan tinggi tersebut. Selain itu, dengan data tersebut perguruan tinggi dapat menjalin jejaring dengan alumni yang menempati posisi strategis. Dengan ini akan memungkinkan perguruan tinggi memiliki big connection dengan perusahaan strategis yang dapat dijadikan partner dalam kegiatan pengembangan perguruan tinggi.
- Bahan Evaluasi Perguruan Tinggi
Data yang dihasilkan oleh aplikasi tracer study dapat dijadikan bahan evaluasi perguruan tinggi. Perguruan tinggi dapat mengetahui apakah kompetensi yang dimiliki alumni sudah sesuai dengan industri kerja, sehingga perguruan tinggi dapat mengambil upaya penyesuaian baik dalam hal kurikulum, tenaga pendidik, dan sistem pembelajaran perguruan tinggi. Muara akhir dari segala evaluasi yang dijalankan ini tentu demi pengembangan perguruan tinggi.
- Nilai Tambah Akreditasi
Seperti yang diketahui, alumni merupakan salah satu core value dalam perguruan tinggi. Alumni yang berkompeten dan berhasil survive di dunia kerja menandakan perguruan tinggi memiliki kinerja yang baik. Tracer Study merupakan salah satu syarat kelengkapan akreditasi perguruan tinggi. Sekiranya hal ini perlu dijadikan pertimbangan perguruan tinggi dalam mengembangkan aplikasi tracer study yang sesuai dengan standar Dikti.
- Alat Monitoring Dikti
Selain bermanfaat bagi perguruan tinggi, aplikasi tracer study juga memberikan manfaat untuk Ditjen Dikti dalam hal monitoring perguruan tinggi. Dengan aplikasi tracer study, Dikti dapat melihat kinerja perguruan tinggi serta melihat persebaran lulusan perguruan tinggi dalam dunia kerja. Hal ini digunakan Dikti untuk melakukan pengembangan pendidikan Indonesia menjadi lebih baik.
- Bahan Informasi DUDI
Bagi dunia usaha dan dunia industri, aplikasi tracer study memberikan kemudahan informasi terkait SDM yang profesional, mandiri, dan berdaya saing tinggi dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Dunia usaha dan dunia industri juga dapat melakukan berbagai bentuk kerjasama dengan perguruan tinggi seperti kegiatan magang dan pelatihan. Dengan ini, bukan hanya DUDI yang diuntungkan namun alumni juga mendapatkan keuntungan dari adanya aplikasi tracer study.
Baca juga: Ide Meningkatkan Pengujung Website Pemerintahan dengan Streaming Radio Online
Fitur yang harus ada pada Aplikasi Tracer Study
- Kuesioner
Kuesioner menjadi bagian penting dalam aplikasi tracer study yang mana akan menghimpun data dari alumni. Perlu menjadi catatan bahwa kuesioner pada aplikasi tracer study harus sesuai dengan standar dikti. Tracer study dilakukan selama 2 tahun yang dibagi menjadi 3 bagian, yaitu pra tracer study, tracer study 1, dan tracer study 2. Berikut adalah perbedaan pra tracer study, tracer study 1, dan tracer study 2:
Pra Tracer Study
Kuesioner bagian ini diisi oleh alumni setelah yudisium dan digunakan sebagai prasyarat pendaftaran wisuda.
Tracer Study 1
Kuesioner ini diisi alumni ketika 1 tahun setelah lulus dan digunakan sebagai pemantau pengembangan karir di tahun pertama.
Tracer Study 2
Sedangkan kuesioner tracer study 2 diisi alumni ketika 2 tahun setelah lulus sebagai pemantau pengembangan karir di tahun kedua.
Pembuatan 3 bagian atau 3 tahap ini didasari untuk komparasi selama 2 tahun setelah lulus, sehingga dapat terlihat milestone perjalanan alumni.
- Laporan Tracer Study
Setelah melakukan pendataan atau pelacakan alumni, maka hasil dari kegiatan tersebut haruslah dilaporkan dalam bentuk report. Report ini dapat digunakan oleh seluruh stakeholder yang berkepentingan.
- Kemitraan DUDI
Perguruan tinggi dapat melakukan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri pada aplikasi tracer study. Bahkan dunia usaha dan dunia industri dapat ikut berperan aktif dalam memberikan aspirasi terhadap kompetensi alumni yang akan diakomodir melalui penajaman dan peninjauan kurikulum, permagangan ataupun bentuk pelatihan serta bimbingan teknis.
- Survey Kepuasan Pengguna Lulusan
Survey kepuasan pengguna lulusan ini ditujukan kepada pengguna lulusan seperti dunia usaha dan dunia industri. Hal ini penting untuk ada pada aplikasi tracer study guna mengetahui kualitas alumni dari sudut pandang pengguna, apakah sudah sesuai dengan harapan dan kebutuhan industri atau belum, sehingga perguruan tinggi dapat melakukan evaluasi dari feedback tersebut.
- Lowongan Kerja
Halaman lowongan kerja penting untuk ada pada aplikasi tracer study. Kendala umum yang dialami perguruan tinggi yaitu kurangnya partisipasi alumni karena dirasa sudah tidak berkepentingan dengan perguruan tinggi setelah lulus. Dengan adanya halaman lowongan kerja dapat memancing alumni untuk mengisi pendataan pada aplikasi tracer study. Halaman ini juga menjadi sarana alumni yang belum mendapatkan kerja untuk mencari informasi lowongan pekerjaan.
- News
Halaman news atau halaman berita dapat diisi dengan beragam informasi terkait karir, seperti informasi pelatihan, informasi pengembangan karir, job expo, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan guna mendorong informasi agar bisa sampai kepada alumni perguruan tinggi, sehingga alumni yang belum mendapatkan pekerjaan dapat segera memperoleh kerja.
Aplikasi tracer study memberikan gambaran hubungan perguruan tinggi dan kebutuhan dunia industri. Sebagai sarana evaluasi, aplikasi tracer study dapat mengatasi masalah kesenjangan kesempatan kerja dan membantu perguruan tinggi untuk memetakan upaya perbaikan sehingga lebih terstruktur dan terarah. Hasil tracer study kemudian harus dilaporkan kepada Dikti untuk bahan pengembangan pendidikan di Indonesia dan memetakan kebutuhan industri kerja. Melihat berbagai manfaat yang dihasilkan, sudah seharusnya seluruh perguruan tinggi di Indonesia berbondong-bondong mengembangkan aplikasi tracer study guna kebermanfaatan bersama. Arkatama sebagai jasa konsultan IT, siap membantu perguruan tinggi untuk mengembangkan aplikasi tracer study yang sesuai dengan standar Dikti. Untuk penjelasan lebih lanjut terkait aplikasi tracer study, tonton video penjelasanan disini yang sudah dibuat tim Youtube Arkatama.
Baca juga: 5 Software House Malang Langganan Pemerintah
