Meningkatkan Kecepatan Website dengan Leverage Browser Caching
Meningkatkan kecepatan website – Bisnis yang mengadopsi digitalisasi untuk pertumbuhannya harus memahami dengan baik jenis media yang digunakan. Sering kali website dipilih sebagai sarana utama untuk mengenalkan perusahaan. Kesan profesional mampu diciptakan website, selain mendatangkan audience dalam cakupan luas. Eksistensi perusahaan juga akan diakui karena bagi pelanggan website sama dengan gerai. Bedanya, gerai tersebut merupakan layanan yang dapat dioperasikan selama 24 jam tanpa hambatan jam operasional. Riset Google menunjukkan 53% internet user Indonesia cenderung meninggalkan laman web jika loading lebih dari 3 detik. Oleh karena itu, menjaga performa website agar tetap prima menjadi hal penting yang harus diperhatikan pelaku bisnis, terutama kecepatan aksesnya atau page speed. Kendala page speed pada WordPress sering kali terjadi karena beberapa hal. Pertama, website belum menggunakan cache. Kedua, website sudah menggunakan cache tetapi aktivasi cache tidak ditemukan. Ketiga, aktivasi cache ditemukan namun berdurasi limit sehingga performa tidak fit. Pengguna dapat mengatasi masalah-masalah tersebut dengan mudah menggunakan leverage browser caching. Kecanggihan leverage browser caching berguna dalam peningkatan cache (penyimpanan sementara) agar laman dapat loading lebih cepat.
Mengoptimasikan page speed website untuk meminimalisir masalah di atas, dengan bantuan leverage browser caching dapat dilakukan dengan cara berikut.
- Aktifkan Leverage Browser Caching Menggunakan Plugin
Langkah awal yang dapat dilakukan oleh pengguna yakni dengan cara login ke dashboard WordPress, kemudian masuk ke dalam menu plugin. Klik add new dapat dilakukan untuk menampilkan kolom search. Lalu, ketikkan leverage browser caching dan instal. Cara ini dapat dilakukan apabila belum terdapat cache pada website.

- Edit .htaccess
Jika pada website sudah terdapat cache yang sudah aktif, namun berdurasi limit, pengguna perlu melakukan edit terhadap .htaccess yang ada. Hal ini dikarenakan limitnya durasi cache dapat membuat performa chace menjadi tidak signifikan. Langkah kedua yang dapat dilakukan jika mengalami situasi seperti ini, yakni cukup mengatur expired header, berapa lama chace dapat tersimpan oleh browser. Mengubah kode pada expired header dapat melalui cara berikut.

- Pindah ke Server CAOS

Pemindahan ini dilakukan jika dalam kondisi terpaksa disaat masa aktif chace terlalu pendek. Namun, terdapat catatan bahwa alternatif ini kurang direkomendasikan oleh Google, karena mampu memperlambat update fitur-fitur terkini dari Google Analytics. Maka, jika terjadi kendala pada kestabilan website, pengguna dianjurkan untuk menonaktifkannya kembali. Sebagai informasi tambahan, perpindahan server ini dapat dilakukan menggunakan CAOS – Host Google Analytics Locally, dengan menginstal melalui menu plugin. Kemudian masuk ke menu Optimize Google Analytics dan memasukkan ID.

Dengan meningkatkan cache secara tepat, pengunjung tidak harus lagi menunggu loading halaman website lebih lama. Gunakan leverage browser caching untuk melakukan optimasi website sekarang juga, dengan tetap mempertimbangkan alternatif mana yang paling tepat dengan kebutuhan. Selamat mencoba, share keberhasilan di komentar ya!
Baca Juga: Cara Mempercepat Website dengan Gambar Format WebP
Penulis: Miftakhul Mukarromatun Nisa’ (Content Writer DTS Squad Batch 1)
