Arkatama

Penerapan Aplikasi SIAKAD untuk Kurikulum OBE : Framework untuk Pendidikan Berkualitas

Penerapan Aplikasi SIAKAD untuk Kurikulum OBE

Penggunaan teknologi (SIAKAD) dan pendekatan pendidikan berbasis hasil atau Outcome-Based Education (OBE) dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih terukur dan berkualitas.

Disclaimer! : Tanpa mengurangi rasa hormat kepada para penggiat akademisi, artikel ini dibuat berdasarkan hasil riset penulis. Artikel ini akan membahas mengenai kurikulum OBE dan implementasinya di dalam aplikasi SIAKAD berbasis OBE.

Kurikulum dan Konstelasi Kekuasaan

Kurikulum bukan hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga menyangkut siapa yang berkuasa, nilai siapa yang dijadikan standar, serta siapa yang diuntungkan atau dirugikan oleh sistem pendidikan yang berlaku. Ia menjadi salah satu organ penting dalam dunia pendidikan dan sering kali mengalami perubahan mengikuti kehendak pemegang kekuasaan. Tidak heran jika muncul ungkapan “ganti pemerintah, ganti kurikulum” di tengah masyarakat, seolah-olah perubahan kurikulum menjadi hal yang lumrah setiap kali pemerintahan berganti.

Namun, sebenarnya perubahan kurikulum merupakan siklus normal yang juga terjadi di banyak negara. Berdasarkan data tahun 2020 dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Organisasi internasional yang beranggotakan 38 negara dan berkomitmen pada prinsip demokrasi serta ekonomi pasar, dimana negara-negara dengan sistem pendidikan unggul (top performers) juga menerapkan kebijakan perubahan kurikulum secara berkala melalui siklus tertentu.

Riset data dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), menunjukkan beberapa negara yang menerapkan kebijakan perubahan kurikulum, diantaranya ada Jepang (siklus 10 tahunan), Singapura (siklus 6 tahunan), Finlandia (Siklus 10 tahunan) dan Ontario, Kanada (Siklus 7 tahunan). Siklus rutin ini penting untuk meninjau kembali relevansi kurikulum agar tetap sesuai dengan perkembangan zaman, kebutuhan negara, serta karakter masyarakatnya.

Sementara itu, di Indonesia, kurikulum pendidikan telah mengalami banyak perubahan sepanjang sejarahnya. Kurikulum tetap menjadi komponen inti dalam sistem pendidikan karena berfungsi bukan hanya sebagai panduan teknis, tetapi juga sebagai penentu arah dan tujuan pendidikan di setiap tingkatan.

kurikulum pendidikan indonesia dari masa ke masa
Pengelompokkan kurikulum di Indonesia dari masa ke masa berdasarkan basis dan tujuan/The Conversation Indonesia.

Kurikulum OBE — Kurikulum berbasis Hasil

Baru-baru ini ramai penerapan Outcome-Bsed Education (OBE) sebagai kurikulum di perguruan tingi. OBE sendiri merupakan kurikulum yang mengacu pada hasil atau outcome, sehingga tidak hanya materi saja yang harus diaplikasikan di dalam kelas, tetapi juga pada kemampuan yang harus dimiliki peserta didik sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan industri.

milestone evolusi dari obe
Milestones Evolusi OBE

Pendidikan berbasis hasil (OBE) dicetuskan oleh William Spady pada tahun 1990-an. Pendekatan ini memfokuskan pendidikan formal pada apa yang dipelajari siswa, bukan pada apa yang diajarkan kepada mereka (Rao, N. J., 2020). Sementara itu, penerapan kurikulum OBE di perguruan tinggi di Indonesia didorong oleh adanya regulasi, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) serta Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Permendiktisaintek) Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

Pendidikan berbasis OBE tidak hanya relevan di perguruan tinggi. Pendekatan ini juga dapat diterapkan pada jenjang lain, seperti sekolah menengah dan sekolah dasar. Dengan penerapan yang tepat, OBE membantu membentuk lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

obe framework
Framework OBE

Sistem pendidikan berbasis Outcome-Based Education (OBE) menekankan pada kemampuan yang harus dikuasai peserta didik di akhir proses belajar. Peserta didik diharapkan mampu menunjukkan learning outcomes atau capaian pembelajaran lulusan (CPL) dari setiap pengalaman belajar yang dijalani. Kurikulum berbasis OBE berfokus pada:

  • Kemampuan apa yang dapat peserta didik kuasai atau demonstrasikan atau dapat lakukan
  • Bagaiaman cara terbaik untuk membantu peserta didik mencapai kemampuan tersebut
  • Bagaimana kita mengetahui apakah peserta didik telah mencapainya
  • Bagaimana kita melakukan perbaikan lebih lanjut (Continuous Quality Improvement)

Melalui penerapan kurikulum OBE diharapkan lulusan akan lebih “relevan” dengan kebutuhan pengguna lulusan (stakeholder lainnya).

Urgensi Implementasi OBE dalam Dunia Pendidikan

Pendidikan berbasis hasil (OBE) adalah pendekatan pengajaran dan pembelajaran yang berfokus pada pencapaian hasil yang spesifik dan terukur. Hasil ini didefinisikan dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diharapkan ditunjukkan setelah menyelesaikan suatu program atau mata kuliah.

Berbeda dengan pendidikan tradisional yang menekankan penyampaian materi dan hafalan, OBE menempatkan pencapaian peserta didiknya di pusat proses pendidikan.

obe vs pendidikan tradisional
OBE vs Pendidikan Tradisional pada PPT Materi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) oleh Ir. Galih Wasis Wicaksono, S.Kom., M.Cs.

Penerapan kurikulum OBE di perguruan tinggi bukan sekadar pilihan. Ini merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat daya saing lulusan di pasar global. Bagaimana caranya?

1. Fokus pada Hasil Nyata yang Terukur

Dalam sistem OBE, setiap mata kuliah dirancang dengan tujuan pembelajaran yang jelas dan dapat diukur serta dievaluasi secara objektif. Dengan pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis yang sangat relevan dengan tuntutan dunia kerja.

2. Dukungan Akreditasi Nasional dan Internasional

Akreditasi terbagi menjadi dua jenis, yaitu akreditasi nasional dan internasional. Dalam akreditasi nasional, dua indikator utama dalam Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) yang memiliki nilai tertinggi adalah butir C6 (yang berkaitan dengan pembelajaran dan kurikulum) dan C9 (tentang hasil lulusan). Kedua indikator ini erat kaitannya dengan penerapan kurikulum OBE, yang menekankan pada pencapaian kemampuan mahasiswa.

Selain itu, kurikulum OBE dianggap sebagai syarat wajib untuk meraih akreditasi internasional, seperti yang berlaku pada akreditasi Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE). Untuk memperoleh akreditasi tersebut, sebuah program studi setidaknya harus sudah menerapkan OBE selama lebih dari 4 tahun dan menghasilkan minimal satu lulusan dari implementasi OBE tersebut.

Sistem Siakad terintegrasi untuk mendukung Kurikulum OBE (case study : Perguruan Tinggi)

Sistem Informasi Akademik (Siakad) yang terintegrasi memiliki peran krusial dalam mendukung penerapan Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Dengan adanya Siakad yang terhubung secara menyeluruh, perguruan tinggi dapat lebih mudah dalam melakukan monitoring dan evaluasi pencapaian pembelajaran mahasiswa, mulai dari perencanaan kurikulum hingga penilaian capaian kompetensi.

siakad berbasis OBE
Aplikasi Siakad berbasis Kurikulum OBE (Outcomes-Based Education)

Siakad memungkinkan pengelolaan data secara real-time, mendukung transparansi, serta meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kurikulum OBE, sehingga hasil pembelajaran dapat diukur dan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja secara lebih akurat.

Siakad Link terus berinovasi untuk mendukung pengelolaan pendidikan tinggi berbasis digital dengan menghadirkan fitur terbaru yang dirancang khusus untuk mendukung implementasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE).

Kurikulum OBE, yang semakin relevan dan penting dalam transformasi pendidikan tinggi di Indonesia, membutuhkan pengelolaan data akademik yang terstruktur dan kompleks. Perguruan tinggi harus menyusun dan memetakan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), serta sub-CPMK, kemudian menilai pencapaian setiap komponen tersebut dalam proses perkuliahan.

Tanpa sistem digital yang tepat, proses ini bisa menjadi sangat memakan waktu dan rawan kesalahan administratif. Untuk mengatasi hal tersebut, Siakad Link menghadirkan solusi bagi perguruan tinggi dalam menerapkan kurikulum OBE secara menyeluruh. Solusi ini dirancang untuk mempermudah pengelolaan kegiatan akademik berbasis capaian. Setiap fitur mendukung proses akademik agar berjalan lebih efisien, terukur, dan terstruktur.

Implementasi Kurikulum OBE di dalam Siakad Terintegrasi — Modul Baru pada Siakad Link

Framework OBE menyediakan pendekatan terstruktur untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pendidikan yang berfokus pada pencapaian hasil yang diinginkan. Pendekatan ini mengintegrasikan berbagai komponen untuk memastikan bahwa setiap aspek proses pendidikan berkontribusi pada keberhasilan mahasiswa.

Komponen Kurikulum Outcomes-Based Education (OBE)
Komponen Kurikulum Outcomes-Based Education (OBE)

A. Komponen Kurikulum OBE

Melakukan Perancangan Kurikulum OBE

Kurikulum OBE terdiri dari 6 (enam) komponen yakni, Visi misi, Profil Lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Bahan Kajian, Mata Kuliah, dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK).

↳1️⃣. Visi dan Misi Institusi Pendidikan

Fondasi kurikulum OBE dimulai dengan visi dan misi institusi. Visi mewakili aspirasi jangka panjang institusi, sementara misi menguraikan tujuan dan sasarannya.

Misalnya, misi universitas dapat menekankan pembentukan profesional yang kompeten secara global. Hal ini akan memengaruhi capaian yang ditetapkan pada tingkat program dan program studi.

Di dalam Siakad Link (Siakad berbasis OBE), visi dan misi institusi didefinisikan pada menu Profil Program Studi.

Menu Profil Program Studi
Menu Profil Program Studi — Admin Prodi

↳2️⃣. Profil Lulusan (PL)

Profil Lulusan menggambarkan tujuan umum yang diharapkan dicapai lulusan beberapa tahun setelah menyelesaikan program. Tujuan ini selaras dengan misi institusi dan mencerminkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang harus dimiliki lulusan untuk sukses dalam karier atau pendidikan lanjutan.

Menu Profil Lulusan
Menu Profil Lulusan — Admin Prodi

Siakad Link menyediakan fitur untuk memanajemen Profil Lulusan dimana admin prodi dapat menyusun profil lulusan yang berfokus pada keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang diharapkan dapat dicapai oleh mahasiswa pada akhir studi.

Data Profil lulusan akan menjadi dasar dalam merumuskan kompetensi yang harus dikuasai. Dengan kurikulum OBE, prodi dapat menyesuaikan kurikulum agar lulusan dapat menguasai hard skills yang relevan dengan kebutuhan industri.

↳3️⃣. Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)

Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) disusun oleh program studi untuk mencapai profil lulusan yang telah ditetapkan sebelumnya. Setiap capaian dirancang lebih spesifik dibandingkan profil lulusan (PL). Selain itu, penyusunannya juga disesuaikan dengan persyaratan akreditasi yang berlaku.

CPL terdiri dari unsur sikap, keterampilan umum, keterampilan khusus, dan pengetahuan. CPL dirumuskan dengan mengacu pada jenjang kualifikasi KKNI dan SN-Dikti. Sehingga pada modul Kurikulum OBE Siakad Link terdapat fitur Acuan CPL.

Sifat Acuan CPL adalah umum dan nasional sehingga menjadi acuan utama dalam pendidikan tinggi di Indonesia. Acuan tersebut dibagi menjadi:

  • Sikap dan Tata Nilai (S) — umum untuk semua prodi.
  • Pengetahuan (P) — tergantung bidang keilmuan.
  • Keterampilan Umum (KU) — berlaku luas lintas disiplin.
  • Keterampilan Khusus (KK) — khas untuk tiap program studi.
Menu acuan CPL
Menu Acuan CPL — Admin Prodi

Unsur sikap (S) dan keterampilan umum (KU) mengacu pada SN-Dikti sebagai standar minimal, yang memungkinkan ditambah oleh program studi untuk memberi ciri lulusan perguruan tingginya. Sedangkan unsur keterampilan khusus (KK) dan pengetahuan (P) dirumuskan dengan mengacu pada deskriptor KKNI sesuai dengan jenjang pendidikannya.

Menu Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) — Admin Prodi
Menu Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) — Admin Prodi

Setelah membuat Acuan, admin prodi dapat membuat CPL yang lebih spesifik dan disesuaikan dengan profil lulusan yang sudah ditetapkan pada menu Capaian Lulusan (CPL) di dalam modul Kurikulum OBE Siakad Link.

Agar setiap profil lulusan (PL) yang diharapkan oleh program studi terwujud melalui capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang dapat diukur, maka perlu dilakukan pemetaan dari Profil Lulusan → CPL.

Pada aplikasi Siakad Link (Siakad berbasis OBE), proses pemetaan PL ke CPL otomatis akan ter-generate berdasarkan hasil dari pembuatan CPL Hal ini dikarenak pada saat pembuatan CPL sudah memilih PL mana yang akan berkaitan dengan CPL tersebut.

Pemetaan PL ke CPL pada saat pembuatan CPL
Pemetaan PL ke CPL pada saat pembuatan CPL

↳4️⃣. Body of Knowledge — Bahan Kajian

Pada setiap butir CPL prodi mengandung bahan kajian yang akan digunakan untuk membentuk mata kuliah. Dari bahan kajian selanjutnya diuraikan menjadi lebih rinci menjadi materi pembelajaran.

Menu Bahan kajian
Menu Bahan Kajian — Admin Prodi

Bahan kajian dan materi pembelajaran dapat diperbaharui atau dikembangkan sesuai perkembangan IPTEKS dan arah pengembangan ilmu program studi. Proses penetapan bahan kajian sendiri perlu melibatkan kelompok bidang keilmuan/laboratorium yang ada di program studi tersebut.

↳5️⃣. Mata Kuliah (MK)

Pembentukan Mata Kuliah berdasarkan CPL

Setelah merumuskan CPL, prodi akan memetakan Mata Kuliah (MK) yang relevan dengan setiap capaian pembelajaran tersebut. Pemetaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap mata kuliah memiliki kontribusi yang jelas dan terukur dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Mata kuliah dari kurikulum sebelum penerapan OBE, seperti KKNI, masih dapat digunakan.
Namun, setiap mata kuliah perlu dievaluasi kembali agar sesuai dengan pendekatan OBE.
Proses penyesuaian dilakukan supaya seluruh mata kuliah selaras dengan capaian pembelajaran lulusan (CPL).

Proses evaluasi tersebut dilakukan untuk meninjau kembali kesesuaian materi, strategi pembelajaran, dan asesmen yang digunakan. Tujuannya agar setiap komponen pembelajaran selaras dengan capaian yang diharapkan. Dengan demikian, hasil evaluasi dapat mendukung pencapaian CPL dalam kerangka kurikulum OBE.

Pada modul Kurikulum OBE Siakad Link juga menyediakan fitur untuk pembentukan mata kuliah baru berdasarkan CPL.

Menu Pembentukan Mata Kuliah
Menu Pembentukan Mata Kuliah — Admin Prodi

↳6️⃣. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) merupakan pernyataan yang bersifat spesifik dan dapat diukur. CPMK menggambarkan kompetensi yang harus dikuasai mahasiswa setelah menyelesaikan suatu mata kuliah. Rumusannya mencakup unsur kemampuan yang harus dicapai serta materi pembelajaran yang mendukung pencapaian tersebut.

Menu Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
Menu Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) — Admin Prodi

Modul Kurikulum OBE pada Siakad Link menyediakan fitur manajemen CPMK — Sub CPMK dimana fitur ini memfasilitasi admin prodi dalam membuat CPMK hingga sub CPMK dan indikator nya.

B. Integrasi dengan Proses Akademik

Penerapan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) di aplikasi Siakad Link memerlukan integrasi antara komponen kurikulum berbasis capaian pembelajaran (CPL) dan proses akademik mahasiswa. Berikut adalah alur penerapan kurikulum OBE di dalam sistem Siakad Link:

↳1️⃣. Melakukan Perancangan Kurikulum OBE

Tahapan ini biasanya dilakukan oleh tim pengembang kurikulum bersama prodi dan harus memasukan data komponen-komponen kurikulum OBE ke dalam aplikasi Siakad sebagai dasar atau dalam bahasa teknis disebut Data Pokok.

Sementara itu, tahapan perancangan kurikulum terdiri dari beberapa langkah:

  • Penetapan profil lulusan serta perumusan CPL, BK, MK, CPMK;
  • Penetapan bahan kajian dan pembentukan mata kuliah;
  • Penyusunan matriks organisasi mata kuliah (pemaketan MK) dan peta kurikulum.

Penetapan profil lulusan, CPL, BK, MK, CPMK, Bahan Kajian, dan Mata Kuliah sudah kita lakukan pada bagian sebelumnya (bagian A. Komponen Kurikulum).

Sementara penyusunan matriks organisasi mata kuliah adalah penyusunan atau pemetaan mata kuliah ke dalam semester perkuliahan. Didalam aplikasi Siakad Link (Siakad berbasis OBE), proses ini akan terjadi pada menu “Paket Mata Kuliah”.

Menu Paket Mata Kuliah berdasarkan Kurikulum yang digunakan Prodi
Menu Paket Mata Kuliah berdasarkan Kurikulum yang digunakan Prodi — Admin Prodi

Pada menu Paket Mata Kuliah, admin prodi dapat memetakan mata kuliah ke dalam semester perkuliahan pada setiap kurikulum yang digunakan.

Sedangkan Peta Kurikulum merupakan pemetaan pemenuhan CPL ke dalam semester perkuliahan. Di dalam aplikasi Siakad Link (Siakad berbasis OBE), proses ini dilakukan pada penu ‘Peta Pemenuhan CPL’.

Menu Peta Pemenuhan CPL
Menu Peta Pemenuhan CPL — Admin Prodi

↳2️⃣. Melakukan Pemetaan CPL, BK, dan CPMK ke Mata Kuliah

CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) ; BK (Bahan Kajian) ; CPMK — Sub CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah)

Setelah menyelesaikan Perancangan Kurikulum, selanjutnya adalah melakukan Perancangan Pembelajaran.

Perancangan pembelajaran dilakukan untuk menghasilkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) beserta perangkat pembelajaran lainnya (instrumen penilaian, rencana tugas, bahan ajar, dll) yang dapat dijalankan dalam proses pembelajaran.

Rencana Pembelajaran Semester (RPS) biasanya dibuat oleh Dosen Koordinator dalam mata kuliah tersebut.

Di dalam modul Kurikulum OBE Siakad Link, pemetaan CPL, BK, CPMK ke Mata Kuliah dapat dilakukan pada menu ‘Paket Mata Kuliah’.

CPL menjadi landasan utama dalam pemetaan di mata kuliah. Pemetaan pada setiap MK yang berhubungan dengan CPL memiliki tahapan belajar yang lebih spesifik dan lebih terukur. Hal ini juga akan memberikan kemudahan pada penentuan capaian pembelajaran Prodi berdasarkan penentuan mata kuliah.

Pemetaan CPL, BK, dan CPMK ke Mata Kuliah pada menu Paket Mata Kuliah
Pemetaan CPL, BK, dan CPMK ke Mata Kuliah pada menu Paket Mata Kuliah — Admin Prodi

↳3️⃣. Menyusun Jadwal Perkuliahan

Perancangan Pembelajaran

Setelah semua komponen kurikulum dibuat dan dipetakan ke dalam mata kuliah, selanjutnya adalah penyusunan jadwal perkuliahan. Admin prodi perlu menyusun kegiatan pembelajaran selama satu semester sebagai implementasi dari kurikulum dan mendistribusikan beban mengajar secara merata kepada dosen.

Langkah ini perlu dilakukan oleh admin prodi supaya Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dapat dibuat oleh dosen. Jika jadwal dan penugasan mata kuliah belum ditetapkan, dosen belum tahu mata kuliah apa yang harus dia buatkan RPS-nya.

Menu Jadwal Perkuliahan
Menu Jadwal Perkuliahan — Admin Prodi

Di dalam modul Kurikulum OBE Siakad Link terdapat fitur Jadwal Perkuliahan dimana admin prodi dapat menentukan mata kuliah apa yang dibuka, siapa dosennya, kapasitas kelas, waktu pelaksanaan, serta penugasan dosen koordinator dan pengampu untuk mata kuliah tersebut.

↳4️⃣. Penyusunan RPS oleh Dosen Koordinator

Perancangan Pembelajaran

Selanjutnya, dosen koordinator dapat menjabarkan rencana pembelajaran. Pada tahap ini, dosen menganalisis capaian pembelajaran yang selaras dengan tujuan akhir dan mengembangkan modul pengajaran yang kemudian menjadi panduan selama satu semester.

Menu Kelola RPS pada Mata Kuliah
Menu Kelola RPS pada Mata Kuliah — Dosen Koordinator

Sebelum menyusun RPS, perlu dibuat analisis pembelajaran berisi susunan Sub-CPMK. Sub-CPMK adalah rumusan kemampuan akhir pada tiap tahap pembelajaran yang spesifik, terukur, dan dapat didemonstrasikan. Penyusunannya dilakukan bersamaan dengan pembuatan CPMK.

Pembuatan Sub CPMK ketika membuat CPMK
Pembuatan Sub CPMK ketika membuat CPMK — Admin Prodi

📌 Rumusan Sub-CPMK yang telah dibuat digunakan sebagai dasar untuk menentukan indikator, kriteria, serta membuat instrumen penilaian, memilih metode pembelajaran, dan mengembangkan materi. Item-item tersebut kemudian disusun dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS) untuk mata kuliah terkait.

Langkah-langkah Menyusun RPS pada Aplikasi Siakad Link

Langkah-langkah Menyusun RPS pada Aplikasi Siakad Link
Langkah-langkah Menyusun RPS pada Aplikasi Siakad Link

Identitas mata kuliah, CPMK, dan Sub-CPMK hanya bersifat informatif, sehingga dosen tidak dapat mengubah komponennya.

📌 Tahapan pembuatan RPS oleh dosen dalam aplikasi Siakad Link (Siakad berbasis OBE) dimulai dengan menentukan indikator, kriteria, dan instrumen penilaian berdasarkan Sub-CPMK, yang kemudian dalam RPS disebut Kemampuan Akhir yang Diharapkan (KAD).

Kemampuan akhir yang diharapkan (KAD) → kemampuan tiap tahap pembelajaran (Sub-CPMK) yang dijabarkan dari capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK)

Step 4 Pembuatan RPS oleh Dosen — Penilaian
Step 4 Pembuatan RPS oleh Dosen — Penilaian

Selain menentukan indikator, kriteria dan instrumen penilaian, dosen juga menetapkan bobot penilaian terhadap Sub-CPMK pada step ‘Penilaian’ ini.

📌 Setelah bagian penilaian selesai ditentukan, selanjutnya adalah mengatur pertemuan (minggu ke-) dengan cara memetakan masing-masing Sub-CPMK ke dalam pertemuan.

Step 5 Pembuatan RPS oleh Dosen
Step 5 Pembuatan RPS oleh Dosen — Pertemuan

📌 Dosen kemudian merancang rincian Bentuk dan Metode Pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran sesuai dengan CPL.

Bentuk pembelajaran terikat ketentuan estimasi waktu belajar mahasiswa yang kemudian dinyatakan dengan bobot sks.

Bentuk & Metode Pembelajaran
Step 6 Pembuatan RPS oleh Dosen — Bentuk & Metode Pembelajaran

📌 Selanjutnya, dosen merancang rincian Materi Pembelajaran berdasarkan Bahan Kajian yang telah dibuat, dengan menambahkan pokok pembahasan dan daftar pustaka.

Materi (Bahan Kajian) Pembelajaran
Step 7 Pembuatan RPS oleh Dosen — Materi Pembelajaran

📌 Output dari fitur kelola RPS oleh dosen koordinator pada Siakad Link (Siakad berbasis OBE) berupa dokumen RPS (Rencana Pembelajaran Semester) yang menjadi acuan dosen pengampu dalam mengajar di kelas.

Tampilan RPS pada Aplikasi Siakad Link Berbasis OBE
Tampilan RPS pada Aplikasi Siakad Link (Siakad berbasis OBE)

↳5️⃣. Melakukan Penilaian berdasarkan Sub-CPMK

Dalam proses pembelajaran, penilaian terhadap mahasiswa dilakukan oleh dosen berdasarkan Sub-CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah) yang dicapai. Penilaian ini bertujuan untuk menunjukkan tingkat penguasaan mahasiswa terhadap kompetensi yang telah ditetapkan pada masing-masing mata kuliah.

Penilaian pada kurikulum OBE mencakup ketercapaian kompetensi berdasarkan teknik/instrumen penilaian yang telah didefinisikan pada Sub CPMK.

Modul Penilaian berbasis Kurikulum OBE
Modul Penilaian berbasis Kurikulum OBE — Dosen

Di dalam modul Kurikulum OBE Siakad Link, penilaian mata kuliah dapat dilakukan melalui dua cara, yakni melalui Data Mahasiswa dan Sub-CPMK. Penilaian melalui data mahasiswa, mengharuskan dosen menginput nilai semua Sub-CPMK atau pertemuan untuk masing-masing mahasiswa, atau sederhananya adalah penilaian dilakukan di akhir semester (14–16 pertemuan).

Sedangkan penilaian melalui Sub-CPMK mengharuskan dosen menginput nilai seluruh mahasiswa untuk masing-masing Sub-CPMK, atau sederhananya adalah penilaian dilakukan setiap pertemuan setelah pertemuan selesai dilakukan.

↳6️⃣. Melaporkan Hasil Akhir / Ketercapaian CPL

Setelah menyelesaikan proses pembelajaran, mahasiswa akan menerima hasil akhir yang tercatat dalam transkrip akademik. Transkrip ini berisi nilai yang mencerminkan pencapaian mahasiswa terhadap kompetensi yang telah ditargetkan.

Fitur Hasil Ketercapaian CPL
Fitur Hasil Ketercapaian CPL

Modul Kurikulum OBE Siakad Link memungkinkan pengukuran dan penilaian ketercapaian pembelajaran mahasiswa untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa yang diluluskan oleh Prodi telah memenuhi semua Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang ditetapkan.

Conclusion

Pendidikan berbasis OBE bukan sekadar tren, melainkan fondasi penting dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing global. Pendekatan ini menekankan hasil belajar nyata yang dicapai oleh peserta didik, sehingga mendorong terciptanya lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja.

Dengan dukungan aplikasi Siakad yang tepat, perguruan tinggi dapat mengimplementasikan kurikulum OBE secara efektif untuk meningkatkan reputasi institusi, memperkuat daya saing, dan mencapai akreditasi internasional.

Software House Arkatama

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Siakad Link hadir dengan inovasi terbaru dengan menerapkan Modul Kurikulum OBE. Modul ini dirancang khusus untuk memfasilitasi perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi capaian pembelajaran secara menyeluruh dan terintegrasi.

Arkatama tidak hanya menjadi penyedia aplikasi, tetapi juga mitra strategis dalam perubahan sistem pendidikan. Kami berkomitmen untuk memahami kebutuhan institusi, menjaga kualitas layanan, serta beradaptasi dengan dinamika dunia pendidikan. Dengan Siakad Link berbasis OBE yang berkualitas dan ramah pengguna, kami membantu mewujudkan transformasi pendidikan yang berkelanjutan.

Jangan ragu untuk menghubungi kami di 🖥️ Siakad Link by Arkatama, karena kami siap mendampingi Anda dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih baik. 📞 Hubungi tim Siakad Link di sini.

Author: Wiwit Susilo Ningsih
Editor: Aulia Fathir Rizqi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *